Junwoo James Kim
Junwoo James Kim

Junwoo James Kim adalah Co-CEO dan salah satu pendiri Xangle, perusahaan auditor aset (rating) dan penyedia konten keterbukaan di bidang aset kripto. Dia juga menjabat sebagai anggota Council Member Forbes Business Council, sekaligus mengajar mengenai blockchain dan kripto di Sekolah Bisnis Universitas Yonsei, Korea Selatan.

Profil Selengkapnya

Transparansi, Faktor Kunci Sukses Investasi Aset Kripto

Opini - Junwoo James Kim, CNBC Indonesia
31 May 2021 14:22
INFOGRAFIS, 5 Mata Uang Crypto yang Gerogoti Emas Hingga Saham

Beberapa waktu lalu berbagai media melaporkan kematian Bernie Madoff, penasihat investasi Amerika yang skema Ponzi-nya dianggap merupakan salah satu penipuan investasi (scam) terbesar dalam sejarah. Kematian Madoff juga merupakan pengingat atau alarm kuat bahwa setiap portofolio investasi pasti ada risikonya.

Investor yang berwawasan luas sangat menyadari fakta tersebut. Sebagai antisipasinya, mereka mengurangi risiko dengan menyebarkan dana investasi mereka ke beragam portofolio, dengan menerapkan prinsip investasi klasik: Jangan meletakkan semua telur Anda dalam satu keranjang.

Itu sebabnya nilai portofolio investasi utama, seperti saham, terus tumbuh. Misalnya, Indeks Rata-Rata Industri Dow Jones telah melonjak menjadi lebih dari 34.000 poin pada 25 Mei 2021, dari hanya sekitar 12.000 poin 10 tahun lalu. Demikian pula, Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meningkat menjadi hampir 6.000 poin pada 25 Mei 2021, dari sekitar 2.700 poin pada 10 tahun lalu.


Namun, itu bukan berarti bahwa semua saham adalah blue chip dan pasar saham bebas dari modus penipuan. Skema Ponzi Bernie Madoff senilai US$ 50 miliar pada tahun 2008 mungkin adalah penipuan saham paling terkenal dalam sejarah, di mana mantan ketua Nasdaq dan pendiri perusahaan Bernard L. Madoff Investment Securities menyembunyikan kerugian hedge fund-nya dengan membayar investor awal dengan uang yang terkumpul dari orang lain.

Beberapa penipuan saham tercatat lainnya di AS, termasuk ZZZZ Best (1986), Enron (2001), WorldCom (2002), Tyco International (2002), dan HealthSouth (2003). Penipuan saham juga terjadi belum lama ini di negara lainnya, seperti Wirecard (Jerman, 2020) dan Luckin Coffee (Cina, 2020).

Indonesia juga tidak lepas dari modus penipuan. Jatuhnya sejumlah brand asuransi lokal terkemuka Jiwasraya dan Asabri baru-baru ini melibatkan penipuan saham oleh perusahaan publik bernama PT Hanson International Tbk (MYRX).

Lalu, bagaimana dengan aset kripto (crypto asset) sebagai portofolio investasi yang tergolong masih relatif baru? Seperti diketahui, aset kripto telah mengalami perkembangan pesat secara global, termasuk di Indonesia. Pelopor aset kripto, Bitcoin, telah meroket harganya dari US$ 327 pada 20 November 2005 menjadi US$ 59.778,6 pada 9 April 2021. Hingga kini, jenis aset kripto juga meningkat drastis mencapai lebih dari 4.000 jenis token kripto pada Januari 2021.

Di Indonesia, aset kripto digolongkan sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa perdagangan berjangka di bawah pengawasan Badan Pengatur Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Sejauh ini, BAPPEBTI telah mengesahkan pengoperasian 13 perusahaan exchange (pertukaran) aset kripto dan penjualan 299 aset kripto. Dukungan pemerintah Indonesia terhadap transaksi aset kripto telah meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dalam aset kripto. BAPPEBTI melaporkan bahwa transaksi harian aset kripto di Indonesia pada Februari 2021 mencapai sepuluh kali lipat dari pada 2019!

Meskipun demikian, konsumen harus tetap waspada karena, seperti halnya saham, aset kripto juga rentan terhadap modus penipuan, terutama jika konsumen memperdagangkan aset kripto yang tidak sah atau melakukan transaksi di bursa kripto yang tidak terdaftar. Berdasarkan penelitian kami, investor telah kehilangan sekitar U$$ 16,15 miliar dari 136 modus penipuan berbeda sejak 2012. Menurut Forbes, di antara penipuan aset kripto adalah diskon pre-ICO (pre-Initial Coin Offering) untuk orang dalam, dan orang dalam dapat meraup untung besar dari penjualan koin sebelum pihak developer (pengembang) menggelar atau menghadirkan token kripto tersebut.

Relatif baru dibandingkan saham, aset kripto juga kerap diperdagangkan oleh mayoritas spekulan di industri yang ingin pertumbuhan investasinya meningkat secara drastis. Tendensi ini dapat menyesatkan banyak investor yang terlalu berfokus pada keuntungan jangka pendek. Hal ini pula yang mendorong pihak berwenang menganggap industri kripto ini bisa menjadi lanskap investasi liar yang disasar para pelaku kejahatan.

Transparansi adalah salah satu kunci utama keberhasilan investasi aset kripto. Transparansi bisa menjadi membuka sekat atau halangan bagi investor dalam memahami suatu proyek kripto dengan baik sehingga memungkinkan suatu proyek berpotensi maju dengan kecepatan yang mereka anggap paling baik. Transparansi juga membantu melegitimasi industri aset kripto di mata regulator pemerintah, termasuk BAPPEBTI, di sektor keuangan tradisional, dan masyarakat umum.

Dengan disclosure platform (platform pengungkapan) global aset kripto Xangle, misalnya, pengungkapan adalah pembaruan rutin tentang setiap dan semua aset kripto yang saat ini diperdagangkan dan proyek yang mengembangkannya. Pengungkapan tersebut mencakup berbagai topik mengenai aset kripto, termasuk tetapi tidak terbatas pada informasi kemitraan baru, listing/pendaftaran di exchange (bursa pertukaran) baru, peringatan dari exchange tentang volume yang rendah, pencapaian milestone (tonggak) dalam pengembangan, roadmap (peta jalan) baru, anggota tim baru, pencetak/pembakaran token, dan lain sebagainya.

Sistem pengungkapan dan tata kelola untuk untuk pasar kripto tersebut sangat mirip dengan EDGAR dan DART di pasar keuangan tradisional. Apakah penyedia platform pengungkapan berfungsi sebagai penulis pihak ketiga dari pernyataan pengungkapan atau proyek mengunggah pengungkapan untuk ditinjau sendiri, semua pengungkapan tidak bias dan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kegemparan di pasar. Ini dimaksudkan sebagai pembaruan standar untuk setiap pihak yang tertarik, dari pemula hingga investor institusional.
Selain itu, Peringkat Kredibilitas Xangle (XCR) mengevaluasi kredibilitas proyek kripto berdasarkan beberapa faktor objektif: perusahaan dan tim, IR dan praktik pengungkapan, keberlanjutan keuangan, tata kelola token, kinerja bisnis, dan audit teknis.

Hari demi hari, kami membaca berita tentang masuknya investor institusional profil tinggi ke dalam investasi aset kripto. Baru-baru ini, CNBC melaporkan bahwa Morgan Stanley menjadi bank besar AS pertama yang menawarkan akses ke dana bitcoin kepada klien manajemen kekayaannya.

Meskipun fakta telah secara signifikan meningkatkan kredibilitas aset kripto sebagai portofolio investasi yang berkembang, investor tidak boleh menjadikannya sebagai alasan untuk kehilangan kendali dan mengabaikan peringatan investasi.

Namun, berfokus pada pengungkapan dan peringkat proyek kripto dapat menjadi awal yang baik bagi investor untuk berhasil berinvestasi dalam aset kripto.

(dru)
Opini Terpopuler
    spinner loading
Opinion Makers
    z
    spinner loading
Features
    spinner loading