Leslie Choo
Leslie Choo

Managing Director - Asia; Japan/Korea, ACI Worldwide. Berbasis di Singapura, Leslie Choo bertanggung jawab atas manajemen dan memimpin seluruh aspek sales dan service bisnis di Asia. Dia memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang jasa keuangan dan memimpin sejumlah proyek transformasi multi-channel dan pembayaran. Leslie pernah menjadi pejabat senior di beberapa perusahaan software terkemuka seperti BroadVision, BEA Weblogic, dan S1 Corporation. Dia memiliki pengalaman yang luas dan beragam di berbagai industri, seperti software keuangan, transformasi perbankan, pengelolaan kas perusahaan, pembiayaan perdagangan, perbankan ritel, dan pembayaran.

Profil Selengkapnya

Menggairahkan Real-Time Payment Pasca COVID-19 Asia Tenggara

Opini - Leslie Choo, CNBC Indonesia
14 December 2020 14:24
Pedagang menjajakan dagangannya dengan sistem pembayaran cashless di Pasar PSPT Tebet Jakarta Selatan, Selasa (26/2). Banyaknya Sektor UMKM di Indonesia yang belum tersentuh online, Menkominfo menggalakkan gerakan Pramuka UMKM jualan online Nasional. Dikutip Detikcom Berdasarkan data McKinsey Global Institute, nilai transaksi UMKM yang beralih ke online akan berkembang dua kali lebih cepat. Sayangnya, dari 59,9 juta UMKM itu baru 3,97 juta UMKM yang sudah go online. Saat ini, startup yang sudah bergelar unicorn di Tanah Air adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Penyebutan unicorn yang disematkan kepada startup tersebut karena mereka berhasil memiliki valuasi bisnisnya di atas USD 1 miliar. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), lembaga terkait, dan enam e-commerce marketplace, yakni Blanja, Blibli, Bukalapak, Lazada, Shopee, dan Tokopedia menggagas Gerakan UMKM Jualan Online. Agar gerakan tersebut tersebar merata di seluruh Indonesia, tercatat sekitar 376 kegiatan akan digelar di lebih dari 70 kota. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Penelitian terbaru ACI Worldwide serta firma riset pasar dan konsultasi Kapronasia, berjudul 'Envisioning a pan-regional, real-time payments ecosystem in Southeast Asia' menunjukkan bahwa fondasi untuk jaringan pembayaran real time lintas batas yang efektif sudah dibangun melalui upaya setiap negara untuk memodernisasi pembayaran dan jaringan real time domestik yang kuat. Saat Asia Tenggara pulih dari efek yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19, riset tersebut mengungkapkan bahwa pembayaran real-time merupakan key enabler dengan ISO 20022 dan QR Code sebagai komponen penting.

Terlepas dari kurangnya peraturan yang seragam dan prioritas ekonomi yang berbeda di seluruh wilayah, jelas bahwa kebutuhan bisnis dan konsumen mendorong SEA menuju realisasi multi currenry, jaringan pembayaran real time. Pembayaran standar, instan, dan lancar akan membantu memungkinkan aktivitas ekonomi intra-regional dengan biaya lebih rendah - dan mendorong pertumbuhan di masa depan.

Pembatasan sosial dan keharusan untuk bekerja dari rumah di seluruh kawasan memang telah mendorong tren pembayaran digital. Pembayaran secara real-time berperan penting dalam ekosistem keuangan digital yang tengah berkembang, terutama saat kita melihat teknologi tanpa sentuhan seperti QR Code. QR Code memberi kemudahan dan aksesibilitas pembayaran, yang sangat penting bagi individual dan UKM di Asia Tenggara yang berupaya melakukan perbaikan di sisi ekonomi. QR Code juga menyediakan akses penting untuk mendorong penggunaan dan keikutsertaan dalam skema real time. Pandemi di China memberi pelajaran penting. Ketika lockdown, mereka sangat tergantung pada produk-produk keuangan digital dan layanan yang bisa ditambahkan diatas pembayaran real time seperti penilaian kredit, peminjaman, dan wealth management


Pentingnya Layanan Overlay Digital di Wilayah Asia Tenggara

Layanan overlay tambahan yang disematkan dalam aplikasi handphone, portal web, media sosial dan channel lainnya kini menjadi andalan industri pembayaran agar mereka dapat memenuhi permintaan pelanggan serta mengikuti perubahan dalam kebutuhan mereka. Dengan layanan baru ini bank, perantara (intermediaries) dan merchants menambah beberapa fungsi untuk mendukung ekosistem pembayaran digital yang memiliki volume besar dan banyak data.

Beberapa penggunaan bisa dilakukan melalui layanan overlay digital, temasuk penyediaan solusi end-to-end tanpa hambatan untuk pembayaran dengan QR Code yang dilakukan tanpa sentuhan dan aman, meluas ke pembayaran yang diinisiasi merchants menggunakan QR Code yang dinamis. Layanan pembayaran person-to-person yang fleksibel juga dimungkinkan dengan proxy/alias (seperti nomor telepon atau surel) untuk meningkatkan keamanan. Salah satu layanan overlay digital real time yang sedang berkembang di dunia adalah fungsi Request to Pay.

Mencermati Perkembangan di Negara-Negara Utama

Asia Tenggara adalah wilayah yang sangat beragam dalam aspek budaya, ekonomi, politik dan bahasa. Namun di balik tantangan tersebut, kami melihat beberapa negara mulai muncul sebagai "perintis" dalam pemanfaatan layanan overlay digital. PayNow di Singapura, PromptPay di Thailand, dan DuitNow di Malaysia. Negara-negara ini mengambil langkah besar dalam modernisasi pembayaran. Peningkatan penggunaan standar ISO 20022 di Asia Tenggara juga memungkinkan komunikasi antara jaringan domestik tersebut. Hal ini akan menjadi bagian penting dalam keseluruhan ecosystems

Real-time Retail Payment Platform (RPP) Malaysia adalah hasil upaya bertahun-tahun untuk memodernisasi infrastruktur pembayaran negara tersebut, menciptakan ekosistem terintegrasi untuk mendorong penggunaan digital. DuitNow, layanan transfer kredit instan yang memungkinkan pengguna mentransfer uang menggunakan nomer handphone atau identifikasi yang mudah diingat, adalah layanan pembayaran RPP pertama yang diluncurkan di platform tersebut pada tahun 2019.

Pengadopsian ISO 20022 dari awal sangat penting dalam mendorong inovasi dan volume transaksi di RPP, termasuk Credit Transfer, pembayaran kode QR DuitNow serta layanan overlay digital lainnya. RPP yang dioperasikan PayNet juga mendapatkan keuntungan dari konektivitas standar antara partisipan dan central hub, membantu integrasi dan orientasi yang mulus, serta kepatuhan berkelanjutan.

Menurut laporan lain dari ACI Worldwide, Prime Time for Real Time, Thailand juga mengalami pertumbuhan volume transaksi pembayaran real-time yang fenomenal, dengan perkiraan pertumbuhan dari 2,6 miliar tahun 2019 menjadi 12,5 miliar pada tahun 2024. Pertumbuhan ini didukung inisiatif inklusif keuangan Bank of Thailand dengan diluncurkannya PromptPay tahun 2016 oleh National ITMX sebagai bagian dari inisiatif National e-Payment. Layanan ini bisa digunakan di berbagai channel termasuk ATM, konter bank, mobile banking, internet banking dan aplikasi pembayaran lainnya.

Beberapa MOU (memorandum of understanding) bilateral antara infrastruktur pusat domestik sudah ditandatangani di Asia Tenggara, yang turut mendorong kolaborasi yang lebih besar, dan saat ini kita mulai melihat langkah konkret menuju interoperabilitas. PayNet Malaysia dan NETS Singapura secara resmi meluncurkan pembayaran kartu debit real-time dan lintas perbatasan di akhir 2019. Sekarang mereka tengah mengembangkan transfer kredit lintas perbatasan instan dan pembayaran dengan QR Code.

PromptPay Thailand juga ingin mengembangkan pembayaran dengan QR Code interoperasional dengan Kamboja. Pembayaran retail akan memimpin pembayaran komersil atau grosir, namun saya menduga konsolidasi lebih lanjut akan menghasilkan pembayaran bernilai tinggi dan rendah, memanfaatkan penggunaan sistem real-time yang sama.

Bagaimana dengan Indonesia?

Meski masih dalam tahap awal dibandingkan dengan industri keuangan di kawasan, Bank Indonesia pada tahun 2019 telah menginisiasi cetak biru Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) yang mengusulkan platform pembayaran nasional real-time dan lancar serta berfungsi sebagai tulang punggung skema direct-to-account, yang memungkinkan kliring dan penyelesaian transaksi real-time nasional dengan keamanan dan efisiensi lebih tinggi. Pengembangan sistem pembayaran real-time, optimalisasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), dan pengembangan unified payment interface akan mendukung tercapainya tujuan ini.

Bank Indonesia melaksanakan cetak biru tersebut bekerjasama dengan kementerian, lembaga, dan pelaku industri terkait. Pada Mei 2019, Bank Indonesia meluncurkan QR-Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai bagian dari inisiatif ini, dimana Gubernur Perry Warjiyo menyoroti peran QRIS dalam percepatan transformasi digital dan ekonomi negara. Perjalanan transformasi digital Indonesia, terutama peluncuran skema pembayaran real-time domestik di BI-FAST, sangat terbantu oleh fakta bahwa switch pembayaran nasional (National Payment Switch) dan bank sudah terintegrasi dalam sub-ekosistem. Implementasi lokal IS0 20022 akan memanfaatkan sub-ekosistem di sekitar switch nasional untuk mempercepat pengembangan jaringan pembayaran real-time secara nasional.

Pengembangan Jaringan Pembayaran Pan-Regional

Konsumen di seluruh Asia dengan cepat mengadopsi pembayaran real-time karena kemudahan dan fungsi yang ditawarkan, serta disediakan melalui beberapa layanan overlay. Tanpa legacy payment systems yang bisa menghalangi inovasi di pasar yang sudah matang, negara-negara di Asia Tenggara berada dalam posisi ideal untuk memanfaatkan infrastruktur pembayaran pusat domestik yang kuat sebagai dasar untuk hubungan lintas perbatasan (cross border) yang didorong kekuatan pasar yang ada. Modernisasi sistem pembayaran yang sedang berlangsung, termasuk penerapan ISO 20022, akan mendorong hubungan lintas batas bilateral lebih lanjut - dan pada akhirnya akan menyatu menjadi jaringan pembayaran yang lebih besar.

Tentu saja pemain dalam industri pembayaran harus melihat perkembangan di luar Asia Tenggara untuk memprediksi peluang lintas perbatasan. Jepang, sebagai contoh, memiliki salah satu sistem pembayaran real-time yang sudah lama di dunia, yaitu sistem Zengin yang diluncurkan pada tahun 1973 untuk transfer antar bank domestik. Walaupun sistem ini sudah diupgrade berkali-kali selama bertahun-tahun dan sekarang berada pada generasi ketujuh, para merchants dan teknologi keuangan/fintech tidak bisa terhubung langsung ke Zengin. Tentu akan sangat menarik melihat bagaimana Jepang memperbarui infrastruktur pusatnya menjadi lebih fleksibel, termasuk penggunaan identifikasi mobile dan kode QR serta pengimplementasian ISO 20022.

PayNet Malaysia, dengan dukungan untuk berinovasi serta apa yang sudah dicapai, juga memiliki posisi yang baik untuk memainkan peran penting dalam pengembangan jaringan regional. Jika ingin mengembangkan interoperabilitas yang sudah ada dengan Singapura dan menyertakan Thailand untuk menciptakan jaringan tripartit secara real-time, mereka bisa segera menjadi contoh bagi negara lain di wilayah ini, termasuk Indonesia yang memiliki perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Kendati negara-negara ini memiliki industri layanan keuangan paling berkembang, transformasi digital yang cepat dan inovasi pembayaran di negara dengan perekonomian lebih kecil seperti Vietnam dan Filipina bisa membayangkan ekosistem pan regional secara real-time.

(dru)
Opini Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Opinion Makers
    z
    spinner loading
Features
    spinner loading