Irvin Avriano A
Irvin Avriano A

Jurnalis merangkap analis yang kembali ke media dengan diawali dari kerinduannya menulis. Saat ini fokus pada rubrik investasi bermodal sepucuk lightsaber merah dan ilmu sejarah, serta sejumput pengalaman di koran ekonomi berbahasa Indonesia terbesar dunia serta sekuritas lokal ternama.

Profil Selengkapnya

Kapan Saat Paling Tepat Beli Reksa Dana?

Opini - Irvin Avriano A, CNBC Indonesia 23 August 2018 19:26
Kapan Saat Paling Tepat Beli Reksa Dana?
"Waiting gives the devil time," ujar Greg Kinnear kepada Jack Nicholson dalam As Good as It Gets (1997). Intinya, sederhana= jangan coba-coba tunda lagi.

Seiring dengan investasi pasar modal sekarang, lihatlah niat mulia untuk berinvestasi oleh kaum muda sekarang ini. Ketika teman-temannya sedang menghamburkan uang untuk hal-hal fana, ada segelintir anak muda 'zaman now' yang sudah berpikiran untuk menginvestasikan sejumput dananya ke pasar modal.

Terharu. Namun, niat ternyata belum cukup hingga uangnya dibelikan produk investasi, sampai bukti pembelian produk itu sampai ke depan matanya, di mana saat ini reksa dana masih menjadi bentuk investasi paling sederhana dan paling generik di pasar modal.


Lain dulu lain sekarang. Dulu ketika saya dan teman-teman seprofesi pertama kali kenal makhluk satu ini, niat membeli reksa dana harus dilanjutkan dengan langsung datang ke meja customer service bank atau kantor si pengelola reksa dana yaitu manajer investasi untuk membuka rekening. Teringat saat itu indeks di IDX 1.700, masih hangat setelah terkena gempuran krisis subprime di AS.

Setelah rekening jadi dalam waktu dua pekan, baru kami bisa membeli reksa dana yang minimal pembeliannya Rp 500.000. Memang dulu pasar modal dan reksa dana merupakan produk eksklusif, tidak bisa sembarang orang bisa masuk atau bahkan memiliki produknya.

Untuk menjaga batas tersebut, maka ditetapkanlah minimal pembelian yang tinggi. Teringat saat itu bahkan ada manajer investasi yang menetapkan batas minimal pembelian reksa dananya hingga Rp 100 juta karena incarannya adalah investor kakap bin kingkong. Pada medio 2008 itulah, setelah dicari maka nilai pembelian reksa dana yang terendah saat itu Rp 500.000 untuk pembelian pertama.

Fee beli (subscription) dan fee jual (redemption) saat itu masih umum diberlakukan kepada setiap transaksi, dengan rentang 1%-2% dari pokok transaksi. Saat itu memang sudah ada fasilitas pembelian rutin berkala (installment), dan karena kami tidak betah datang ke bank setiap bulan untuk mencicil, maka kami manfaatkan fasilitas itu untuk mengoper dana tiap bulan ke reksa dana yang sudah dipilih-pilih dengan seksama.

Transaksi dilakukan di depan agen penjual yang kadang lebih tidak mengerti tentang produk dagangannya dibanding Anda sendiri. Formulir demi formulir ditandatangani, untungnya ada teknologi canggih (untuk ukuran saat itu) berupa kertas karbon yang dapat mengkopi tulisan, ditambah materai tiap transaksi. Bukti beli dan laporan bulanan dikirim melalui pos setiap bulan.

Lelah!

Tapi sisi bagusnya akhirnya dilakukan juga meskipun memakan waktu hampir setahun sejak pertama kali belajar dan menulis. Butuh kuliah dari fund manager-fund manager dan kursus dari pegawai-pegawai Kemenkeu/OJK untuk memberanikan diri kami menceburkan kaki ke reksa dana.

Hasilnya tak membuat kami jadi miliuner tentu, tetapi tetap lumayan.

Dibanding beberapa teman yang lebih dulu punya mobil dan rumah, kami masih punya beberapa reksa dana yang disisakan dan ditambah tiap bulan sejak 2009. Reksa dana kami berserakan di beberapa bank kustodian, bank penjual, manajer investasi, dan agen penjual lain. Angkanya pun tak wah. Tidak mengubah kasta secara signifikan.

Namun, kalau mengingat uang nikah yang sepersepuluhnya disumbang dari reksa dana, kalau ingat uang lahiran anak yang sepertiganya dari reksa dana, dan kalau bisa liburan ke luar negeri yang setengahnya dari reksa dana, tak selalu mengandalkan utang ketika butuh uang, ya tentu Alhamdulillaah.

Namun juga, kalau sudah waktunya mengumpulkan data menjelang pengisian SPT dan laporan pajak tiap Maret, mengurutkan satu-satu produk yang dimliki justru menjadi pengobar semangat karena angka yang akan dilihat terakhir merupakan angka yang kadang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Meskipun bersyukur, namanya juga manusia yang kadang masih tidak ada cukup-cukupnya. Kadang terpikir untuk membalikkan waktu hingga masa-masa kuliah dan sudah bisa menabung, sehingga ada bagian tabungan yang sudah dapat di tanam di pasar modal melalui reksa dana.

Better Late Than Never

Otomatis, angka aset ajaib di lembar SPT tahunan tadi tentu dapat bertambah, atau bahkan berlipat-lipat. Namanya juga penyesalan, datangnya selalu datang belakangan. Kalau di depan namanya baru niat. But still, better late than never

Sekarang, seiring dengan derasnya arus minat insan milenial yang tak terbendung, ditambah gelombang teknologi informasi yang memasukkan modalnya yang seperti tak terhingga, tampaknya OJK di Soemitro mulai mendengar kebutuhan dan ketersediaan fasilitas untuk memenuhinya. 

Beberapa ketentuan dilonggarkan. Kalau bahasa OJK-nya adalah = tidak dihilangkan, tetapi disederhanakan. 

Informasi dan edukasi pun dengan mudah didapatkan. Belasan situs investasi mumpuni dapat dikunjungi setiap waktu untuk memperkaya pengetahuan tentang pasar modal dan reksa dana.

Tengok saja situs Bursa Efek Indonesia dan situs lainnya.

APERD independen lain adalah Supermarketreksadana, Investamart, Tanamduit, X-Dana, dan Invisee. Belum lagi setiap fund manager memiliki situs sendiri bahkan aplikasi yang mampu mengarahkan calon investor sesuai dengan profil masing-masing. 

Coba saja cari di Android play store atau Apple iStore aplikasi MoInves milik PT Mandiri Manajemen Investasi, Simas Fund milik PT Sinarmas Asset Management, ReksadanaSAM PT Samuel Asset Management, OSO Reksa milik PT Oso Manajemen Investasi, IPOT Fund milik PT Indo Premier Sekuritas, dan Asanusa RDO milik PT Asanusa Asset Management. 

Untuk yang hybrid, gabungan antara reksa dana dan saham, bisa ditengok aplikasi MOST punya PT Mandiri Sekuritas, Trima milik PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, POEMS milik PT Phillip Sekuritas, dan D'One milik PT Danareksa Sekuritas. 

Rata-rata dari mereka sudah menggratiskan ongkos (fee) beli-jual reksa dana sehingga nasabah tak perlu menambahkan transferan uang pembelian atau menyisakan saldo ketika menjual produknya. Begitu juga di fasilitas pembelian online serupa milik website sekuritas dan fund manager lain. 

Coba dilihat web-nya Max Fund bagi nasabah PT Mirae Asset Sekuritas dan Mutual Unity untuk nasabah PT BNI Sekuritas. 

Selain masih mencoba-coba akun sekuritas itu, kami pun tertegun juga ketika membuka website layanan elektronik penjualan (e-commerce) reksa dana, terutama milik swalayan reksa dana yang mengantongi izin agen penjual reksa dana (APERD). 

Mereka tidak perlu bukti keberadaan fisik untuk menjalankan proses mengenal konsumen (know your consumer/KYC), cukup video call. Bahkan, tanda tangan digital pun dimungkinkan. W.O.W.! 

Cara mudah itu sudah tersedia di Klikmami.com, Bareksa.com, Investree, Bukalapak, dan Tokopedia. Bahkan, mereka menyediakan fasilitas autoswitch dan pencairan instan (early redemption). 

Masuk ke website yang diperkaya desain dan customer experience-nya unyu-unyu kekinian, investor sangat dimanjakan dengan fasilitas pilah-pilih serta mencari pembanding. Tinggal tak-tuk tak-tuk dengan menekan layar hape smartphone Anda, tak lagi menggores pulpen di atas formulir hijau-kuning berlembar-lembar. 

Lantas, transaksi pembelian (subscription) pun terjadi dengan sangat mudah. Dana pun tinggal transfer, tak harus datang ke gerai maupun cabang si perusahaan penjual. Laporan transaksi beli-jual dan laporan bulanan pun di-email. Paperless is in the house, bro

So, what are you waiting for? Nggak mau nungga-nunggu IHSG koreksi lagi kan?

May the cuan be with you. 

 Agen Penjual Reksa Dana (APERD)
E-Commerce Reksa danaAfiliasiBerbasisStatusManajer investasi
IPOT FundIndo Premier SekuritasApps + WebSekuritas34
BareksaSyailendra AsiaApps + WebAPERD31
Max FundMirae Asset SekuritasWebSekuritas22
PoemsPhilip SekuritasApps + WebSekuritas16
MOST FundMandiri SekuritasApps + WebSekuritas14
SupermarketreksadanaSMARDWebAPERD12
InvestamartInfovestaWebAPERD8
TanamduitM.Hanif dkkApps + WebAPERD8
BukareksaGerai (Bareksa)Apps + WebGerai APERD7
X-DanaDenny Thaher dkkApps + WebAPERD6
Mutual UnityBNI SekuritasWebSekuritas6
InviseePT Nusantara Sejahtera InvestamaAPERD5
Simas FundSinarmas Aset ManajemenApps + WebManajer Investasi1
PAM MobilePanin Asset ManagementApps + WebManajer Investasi1
Klikmami.comManulife Aset Manajemen IndWebManajer Investasi1
ReksadanaSAMSamuel Aset ManajemenApps + WebManajer Investasi1
PayOrPaytren Aset ManajemenWebManajer Investasi1
Tokopedia Reksa DanaGerai (Bareksa)Apps + WebGerai APERD1
Infinity 
Pasar danaCorfina CapitalWebManajer Investasi


TIM RISET CNBC INDONESIA




(dru)
Opini Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading