Kata-Kata Bahlil Saat Bicara Soal Penyadapan-Pertemuan dengan Jenderal

teti purwanti, CNBC Indonesia
Sabtu, 07/11/2026 11:02 WIB
Foto: Pelantikan DPD 1 Partai Golkar di Maluku, Sabtu (7/11/2026). (Tangkapan layar youtube Kabar Golkar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara mengenai kabar dirinya ikut jadi target penyadapan yang menyeret sejumlah Jenderal Polri.

Tak hanya itu, dia juga dengan keras memperingatkan pihak-pihak yang menghembuskan kabar dia melakukan pertemuan sebelum sejumlah Jenderal Polri ditangkap terkait penyadapan Presiden dan sejumlah pejabat. 

"Ini bahaya karena dampaknya bisa sistemik dan terstruktur. Padahal negara kita adalah negara demokrasi, namun pihak-pihak yang menggunakan ruang demokrasi secara kebablasan," ungkap dia dalam Pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).


Bahlil pun menyanggah kabar yang menyebut sekitar tiga jam sebelum jenderal-jenderal itu ditangkap ada pertemuan dengan ketua partai.

"Ada yang menuduh itu saya, tapi saya tidak merasa hadir. Maka saya minta kepada kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka saja, agar fitnah ini tidak dibangun terus. Kalau saya dikira ikut, ya buktikan," tegas Bahlil yang juga merupakan Ketua Umum Golkar.

Menurutnya tuduhan ini juga untuk mengganggu Partai Golkar yang saat ini tengah naik berdasarkan survei. Menurutnya, saat ini Partai Golkar mendapat suara hingga double digit pada kisaran 10,5% hingga 13%.

"Mereka mau bangun persepsi, seolah-olah kita ada urusan dengan penyadapan, gimana mungkin saya bisa atur penyadapan, kalau saya jg disadap?" kata Bahlil.

Dia juga memastikan bahwa dirinya tidak akan mundur pada masalah ini, apalagi jika menyangkut marwah partai.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Polri Umumkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Prabowo