Internasional

Raksasa Otomotif Buka Total 7.500 Lapangan Kerja, Bangun Pabrik Baru

sef, CNBC Indonesia
Jumat, 06/11/2026 11:20 WIB
Foto: audi q3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik datang dari industri otomotif global. Audi, unit kendaraan mewah milik Volkswagen (VOWG.DE) akan menerima insentif pajak negara bagian dan hibah senilai ratusan juta dolar guna membangun pabrik perakitan baru senilai US$4 miliar (Rp72,56 triliun).

Mengutip Reuters Jumat (6/11/2026), rencananya pabrik akan dibuat di negara bagian Georgia, Amerika Serikat (AS). Berdasarkan dokumen yang dirilis pada hari Kamis, perusahaan tersebut juga tengah mempertimbangkan fase kedua pembangunan, di mana jika digabungkan dengan fase pertama, pabrik bisa menyerap 7.500 pekerja.

Sebelumnya di 25 Oktober, Audi memang mengumumkan rencana untuk membangun pabrik perakitan pertamanya di AS, yang berlokasi di dekat Macon, Georgia. Pabrik yang dijadwalkan dibuka pada awal tahun 2030 an ini akan memproduksi 200.000 unit SUV setiap tahun dan menyerap 4.500 tenaga kerja.


Menurut dokumen yang dirilis oleh Mid-Georgia Gateway Development Authority, Audi melakukan tambahan investasi di fase kedua sebesar US$3 miliar. Sebesar 3.000 pekerja lagi akan terserap pada tahun 2033.

"Pemerintah negara bagian memberikan lahan seluas sekitar 607 hektare kepada Audi, serta menyediakan insentif pajak sebesar US$458 juta dan hibah lebih dari US$120 juta untuk infrastruktur, perbaikan jalur kereta api, pemulihan lingkungan di lokasi pabrik, dan konstruksi," muat laman itu.

"Selain itu, terdapat alokasi sebesar US$430 juta untuk penyediaan air, perbaikan jalan, utilitas, serta pelatihan dan rekrutmen tenaga kerja," tambahnya.

Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah menjanjikan keringanan tarif kepada Audi guna membantu memastikan masa depan pabrik tersebut. Para pejabat AS telah menyampaikan kepada eksekutif Audi bahwa pemerintah berencana menawarkan keringanan tarif secara luas bagi produsen otomotif yang melakukan investasi signifikan dalam kegiatan produksi di Amerika.

Dua sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Audi telah mendesak AS untuk menurunkan tarif sebesar 15% yang dikenakan atas impor dari Uni Eropa (UE) menjadi 7,5%, namun Departemen Perdagangan AS diperkirakan hanya akan menyetujui angka sekitar 10%.

Sumber tersebut menambahkan, program keringanan tarif ini bertujuan untuk mendorong produsen mobil agar menambah kapasitas produksi di AS atau melakukan investasi lainnya.

Kebijakan tarif Trump terhadap kendaraan, baja, aluminium, dan suku cadang telah merugikan Audi sekitar (US$1,4 miliar) pada tahun lalu. Mengingat seluruh kendaraan yang dipasarkan Audi di AS diimpor dari Eropa atau Meksiko.

 


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Pelaku Industri, DPR, & Bankir 'Ngumpul' Bahas Nasib Sektor Otomotif