Kronologi Bank Kolaps Buat Presiden Mundur Diperiksa Kejaksaan
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Paraguay, Santiago Pena, mengundurkan diri pada hari Kamis waktu setempat menyusul runtuhnya Ueno. Ueno sendiri adalah sebuah bank komersial terkemuka yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahannya.
Mengapa itu terjadi? Bagaimana keruntuhannya berujung pada kejatuhan sang presiden.
Apa itu Ueno?
Ueno yang namanya ditulis huruf kecil "u" adalah lembaga pemberi pinjaman digital yang berkembang pesat . Awalnya Ueno berasal dari perusahaan fintech lokal berskala kecil menjadi bank menengah di Paraguay.
Diluncurkan pada tahun 2021, Ueno sempat disandingkan dengan bank digital lain yang tumbuh pesat, seperti Nubank, Monzo, atau Revolut. Hingga bulan Juni, perusahaan tersebut menyatakan memiliki sekitar 3 juta nasabah di negara dengan populasi 6,5 juta jiwa, serta mengelola dana publik sekitar US$850 juta (sekitar Rp15,38 triliun), termasuk dana dari lembaga negara dan badan yang terkait dengan dana pensiun.
Ekspansi pesat bank ini menjadikannya salah satu kisah sukses finansial yang paling menonjol di Paraguay. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, bank ini berada di bawah pengawasan ketat otoritas.
Kronologi Masalah
Bank terjebak masalah terkait dugaan pemberian pinjaman berlebih kepada perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan pemegang saham pengendali, Grupo Vazquez. Ini merupakan salah satu konglomerasi bisnis besar asal Paraguay, Amerika Selatan, yang bergerak di berbagai sektor usaha, dipimpin oleh Miguel Vazquez Villasanti.
Bank sentral Paraguay kemudian melakukan intervensi setelah menetapkan bahwa Ueno telah melanggar ketentuan batas minimum solvabilitas. Hal ini memicu krisis yang menyebabkan jutaan nasabah untuk sementara waktu tidak dapat mengakses rekening mereka.
Kaitan dengan Presiden
Pena sebenarnya seorang ekonom. Ia terpilih pada tahun 2023.
Ia kemudian menghadapi sorotan politik dalam kasus ini karena keterkaitan bisnisnya di masa lalu dengan Grupo Vazquez. Pena menyatakan bahwa ia sempat menjadi pemegang saham Grupo Vazquez hingga Maret 2025, saat ia menjual seluruh kepemilikan sahamnya.
Sebenarnya, pihak Ueno menyatakan bahwa Pena tidak pernah memiliki hubungan langsung dengan bank tersebut, baik sebagai pemegang saham maupun investor. Namun, para anggota parlemen dari pihak oposisi menuduh Pena terlibat dalam konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, serta melakukan upaya menutup-nutupi masalah tersebut di tingkat kelembagaan.
Pena, yang berulang kali menepis anggapan mengenai adanya hubungan yang tidak patut, menyebut kontroversi ini sebagai eskalasi politik dari masalah yang awalnya bersifat regulasi. Ia berpendapat bahwa persoalan ini sebaiknya diselesaikan melalui jalur pengadilan.
Sayangnya, pihak kejaksaan menyatakan bahwa Pena termasuk salah satu pihak yang diselidiki terkait kegagalan bank tersebut, meskipun ia belum dipanggil untuk dimintai keterangan. Pekan ini, jaksa juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap delapan eksekutif Ueno.
Regulator yang Tak Mengawasi?
Muncul pertanyaan mengenai apakah regulator telah mengawasi Ueno secara memadai seiring dengan ekspansi bank tersebut. Apalagi karena kepala bank sentral negara itu, Carlos Carvallo, sebelumnya pernah menjabat sebagai pimpinan bank digital tersebut.
Ini pun membuat Carvallo mengundurkan diri dari bank sentral pada hari Selasa, setelah bank sentral menempatkan Ueno dalam status resolusi. Status tersebut merujuk sebuah tingkat di bawah likuidasi langsung.
Institusi bank sentral sendiri kemudian membantah adanya konflik kepentingan, dengan menyatakan bahwa Carvallo telah menarik diri dari semua pengambilan keputusan yang berkaitan dengan Ueno. Meski demikian, tekanan meningkat setelah rincian penyelidikan regulator terungkap ke publik.
Nasib Nasabah Kini?
Bank sentral menyatakan sedang berupaya mengalihkan rekening nasabah Ueno ke lembaga keuangan lain. Proses ini sempat membebani sistem perbankan secara keseluruhan dan menyebabkan gangguan pada sejumlah aplikasi perbankan.
Hingga saat ini, nasabah masih belum dapat mengakses rekening mereka di Ueno. Pekan ini, beberapa nasabah bahkan mendatangi kantor cabang Ueno untuk mencoba mengakses dana simpanan mereka.
Model bisnis Ueno yang berbasis seluler (mobile-first) berhasil menarik nasabah baru yang sebelumnya kurang terlayani oleh bank konvensional, serta memberikan kemudahan bagi banyak warga Paraguay dalam melakukan pembayaran digital, menabung, dan mengakses layanan keuangan lainnya.
Di antara mereka yang tidak dapat mengakses rekeningnya terdapat para pensiunan yang menerima tunjangan negara melalui Ueno. Kondisi ini mendorong pihak berwenang untuk segera bertindak guna menjamin simpanan dan melindungi dana publik.
Awal pekan ini, Pena telah menyetujui undang-undang yang bertujuan mempercepat pembayaran kepada para nasabah yang terdampak oleh kejatuhan bank tersebut.
Dampak ke Keuangan Negara?
Pihak berwenang menyatakan bahwa krisis ini terbatas pada Ueno saja dan tidak mencerminkan kelemahan yang lebih luas dalam sistem perbankan Paraguay. Meski demikian, selain simpanan, bank tersebut menyatakan dalam sebuah keterangan tahun 2026 bahwa mereka telah memperoleh pendanaan sekitar US$510 juta dari lembaga-lembaga pembangunan, dana internasional, dan pasar modal, mencakup penerbitan obligasi senilai US$350 juta di Wall Street yang dipimpin oleh JPMorgan dan Bank of America.
Paraguay pun telah meraih peringkat kredit layak investasi (investment-grade) dan membangun reputasi sebagai salah satu perekonomian yang lebih stabil serta terbuka terhadap reformasi di Amerika Selatan. Belum dapat dipastikan apakah krisis ini akan memengaruhi reputasi negara tersebut dalam jangka panjang.
(sef/sef)