Pabrik Plastik RI Kesulitan, Bos Pengusaha Minta Menperin Turun Tangan

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Kamis, 05/11/2026 18:30 WIB
Foto: Ilustrasi Returnable Packaging. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pengusaha plastik mengeluhkan makin masifnya barang impor yang masuk ke Indonesia, membuat kapasitas produksi industri plastik dalam negeri belum maksimal.

Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Suhat Miyarso mengatakan industri plastik dalam negeri tertekan karena adanya produk impor.

"Jadi kalau kita lihat data-data yang ada, memang menunjukkan bahwa industri dalam negeri itu sangat tertekan dengan barang-barang impor dari luar negeri, dengan harga dumping dan dengan harga-harga yang lebih rendah. Sehingga mempersulit industri dalam negeri untuk memasarkan produknya di dalam negeri," kata Suhat di Kemenperin, Kamis (5/11/2026).


Alhasil, kapasitas produksi plastik dalam negeri baru mencapai sekitar 60-70%, karena adanya penetrasi barang impor.

"Kapasitas kita rendah, kapasitas pabrik kita tidak bisa maksimum karena ada penetrasi impor tadi, sekarang hanya 60-70%," terang Suhat.

Pihaknya pun melapor ke Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji agar permasalahan ini bisa diatasi.

"Nah ini yang tadi kami sampaikan kepada Pak Menteri untuk dicarikan jalan, diantaranya dengan memberlakukan trade remedies, baik itu berupa safeguard, anti-dumping, dan lain-lain, yang kita harapkan bisa mengerem impor dari luar negeri, sehingga kita punya kesempatan untuk menjual produk-produk kita di dalam negeri," jelas Suhat.

Jika nantinya produk impor bisa dibatasi, juga mendapat dukungan dari pemerintah, pihaknya akan mendorong peningkatan kapasitas hingga 80-90%, sehingga pemenuhan plastik di dalam negeri bisa terpenuhi tanpa harus mengimpor lagi.

"Jadi kalau impornya ini bisa dikurangi, saya rasa kita bisa kembali lagi ke 100%, ya kita akan dorong menjadi paling tidak 80-90%, sehingga bahan-bahan plastik yang tadi dibutuhkan bisa dipenuhi oleh industri dalam negeri," ujarnya.

Menteri Perindustrian (Menperin), M. Sarmuji menerima audiensi dari Inaplas di Kemenperin, Kamis (5/11/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Menteri Perindustrian (Menperin), M. Sarmuji menerima audiensi dari Inaplas di Kemenperin, Kamis (5/11/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menperin: Industri Masih Punya Ruang Tumbuh