MARKET DATA

Jumlah Pengangguran Turun, BPS Catat Peserta Magang Hub Jadi Pekerja?

Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia
05 November 2026 16:15
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Moh Edy Mahmud dalam rilis sejumlah indikator perekonomian termasuk pertumbuhan ekonomi triwulan III di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Moh Edy Mahmud dalam rilis sejumlah indikator perekonomian termasuk pertumbuhan ekonomi triwulan III di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik mengatakan program magang pemerintah bernama MagangHub secara konsep mengurangi tingkat pengangguran terbuka. Sebab, lulusan baru yang mengikuti program itu mendapatkan bayaran dan masuk kategori orang bekerja.

Sebagaimana diketahui, BPS mengategorikan penduduk bekerja sebagai masyarakat yang melakukan kegiatan untuk memperoleh atau membantu mendapatkan penghasilan dengan waktu kerja minimal satu jam dalam seminggu.

Meski demikian, dampaknya ke penurunan tingkat pengangguran terbuka bergantung pada jumlah lulusan baru yang mengikuti program tersebut. Berdasarkan catatan, program MagangHub menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja pada kelompok (batch) pertama pada Agustus 2026.

"Secara konsep MagangHub akan mengurangi pengangguran. Namun seberapa besar mengurangi penganggurannya tentu kita lihat jumlah yang ikut dalam MagangHub. Kalau makin banyak tentu akan dampaknya juga makin besar," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026).

Sekadar catatan, Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,75% pada Agustus 2026. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan 4,85% pada Agustus 2026.

Secara jumlah, BPS mencatat masih ada 7,38 juta orang yang menganggur pada Agustus 2026. Namun, angkanya turun dibandingkan dengan 7,46 juta pada Agustus 2025.

Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini pun disebabkan karena jumlah orang yang bekerja naik 1,4 juta orang pada Agustus 2026.

Adapun, tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja paling banyak adalah pertanian sebesar 41,73 juta; perdagangan besar dan eceran sebesar 26,42 juta; dan industri sebesar 20,34 juta.

Secara rinci, Edy menyampaikan bahwa pada Agustus 2026, jumlah angkatan kerja tercatat sebesar 155,37 juta orang. Dari angka tersebut, terdapat 147,99 juta orang yang berstatus bekerja dan 7,38 juta lainnya menganggur.

Dibandingkan Agustus 2025, jumlah orang yang bekerja meningkat sebesar 1,44 juta orang sedangkan jumlah pengangguran menurun sebesar 77.000 orang.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengangguran RI Turun Jadi 7,38 Juta Orang, Ini Alasannya


Most Popular
Features