FOTO Internasional

Massa Pro Palestina Geruduk Mahkamah Agung Inggris, Protes Cap Teroris

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 05/11/2026 06:40 WIB

Larangan Palestine Action sebagai organisasi teroris digugat di MA Inggris setelah memicu penangkapan lebih dari 4.000 demonstran.

1/7 Orang-orang duduk dengan membawa papan tanda dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk mendukung Palestine Action di luar Mahkamah Agung di London, Inggris, pada 4 November 2026. (REUTERS/Toby Shepheard)

Sejumlah orang mengikuti aksi unjuk rasa sambil membawa poster untuk mendukung Palestine Action di luar Mahkamah Agung Inggris, London, Rabu (4/11/2026). Aksi tersebut berlangsung saat salah satu pendiri kelompok itu, Huda Ammori, menggugat keputusan pemerintah Inggris yang menetapkan Palestine Action sebagai organisasi teroris. Dalam persidangan, Ammori menilai pelarangan tersebut tidak proporsional dan melemahkan penerapan undang-undang antiterorisme, dikutip dari Reuters. (REUTERS/Toby Shepheard)

2/7 Orang-orang duduk dengan membawa papan tanda dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk mendukung Palestine Action di luar Mahkamah Agung di London, Inggris, pada 4 November 2026. (REUTERS/Toby Shepheard)

Pemerintah Inggris melarang Palestine Action pada Juli 2025 setelah serangkaian aksi kelompok tersebut menyasar perusahaan pertahanan. Salah satu insiden yang menjadi pemicu adalah penerobosan Pangkalan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Brize Norton yang mengakibatkan dua pesawat rusak. Pemerintah menilai eskalasi aksi kelompok tersebut telah memenuhi unsur terorisme. (REUTERS/Hannah McKay)

3/7 Orang-orang duduk dengan membawa papan tanda dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk mendukung Palestine Action di luar Mahkamah Agung di London, Inggris, pada 4 November 2026. (REUTERS/Toby Shepheard)

Kementerian Dalam Negeri Inggris juga menyoroti penyerbuan fasilitas perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems, pada 2024. Aksi tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian hingga 1 juta poundsterling atau sekitar US$1,35 juta atau sekitar Rp24,4 miliar. Pemerintah menyebut insiden itu melibatkan kekerasan terhadap petugas keamanan dan polisi, termasuk seorang polisi perempuan yang mengalami cedera tulang belakang akibat pukulan palu godam. (REUTERS/Toby Shepheard)

4/7 Orang-orang duduk dengan membawa papan tanda dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk mendukung Palestine Action di luar Mahkamah Agung di London, Inggris, pada 4 November 2026. (REUTERS/Toby Shepheard)

Sementara itu, pengacara Ammori, Raza Husain, membandingkan Palestine Action dengan gerakan suffragette yang memperjuangkan hak pilih perempuan pada awal abad ke-20. Ia menyatakan kelompok tersebut menggunakan taktik serupa, bahkan lebih ekstrem, termasuk kampanye pengeboman yang pernah dilakukan suffragette. Husain juga menyebut hanya tiga dari 385 aksi Palestine Action selama lima tahun yang dinilai memenuhi definisi terorisme oleh pejabat pemerintah. (REUTERS/Toby Shepheard)

5/7 Orang-orang duduk dengan membawa papan tanda dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk mendukung Palestine Action di luar Mahkamah Agung di London, Inggris, pada 4 November 2026. (REUTERS/Toby Shepheard)

Pelarangan Palestine Action menuai kritik dari kelompok kebebasan sipil dan sejumlah tokoh publik, termasuk novelis Irlandia Sally Rooney. Buku-buku Rooney tidak lagi dapat dijual di Inggris terkait rencananya menyalurkan royalti kepada kelompok tersebut. Sebelumnya, Pengadilan Tinggi London sempat menyatakan pelarangan itu tidak sah, tetapi Pengadilan Banding membatalkan putusan tersebut pada Juni 2026. (REUTERS/Toby Shepheard)

6/7 Orang-orang duduk dengan membawa papan tanda dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk mendukung Palestine Action di luar Mahkamah Agung di London, Inggris, pada 4 November 2026. (REUTERS/Toby Shepheard)

Menurut statistik Kementerian Dalam Negeri Inggris, lebih dari 3.600 orang ditangkap terkait dukungan terhadap Palestine Action sejak pelarangan pada Juli 2025 hingga Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 4.000 orang setelah ratusan demonstran ditangkap di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Mahkamah Agung Inggris. Jika larangan dibatalkan, tuntutan terhadap para demonstran berpotensi digugurkan. (REUTERS/Toby Shepheard)

7/7 Orang-orang duduk dengan membawa papan tanda dalam sebuah aksi unjuk rasa untuk mendukung Palestine Action di luar Mahkamah Agung di London, Inggris, pada 4 November 2026. (REUTERS/Toby Shepheard)

Palestine Action didirikan pada 2020 dan telah melakukan ratusan aksi, termasuk menduduki gedung, menghalangi aktivitas perusahaan, menyemprotkan grafiti, serta memecahkan jendela bisnis yang dituduh memasok senjata kepada Israel. Amerika Serikat juga menetapkan kelompok tersebut sebagai organisasi teroris pada Agustus 2026. Presiden Donald Trump sebelumnya menyebut aktivis yang menyasar resor golf miliknya di Turnberry, Skotlandia, sebagai teroris. (REUTERS/Hannah McKay)