Serangan bom Rusia di lokasi penyaluran bantuan di Zaporizhzhia, Ukraina, menewaskan 37 orang dan puluhan lainnya masih hilang.
Para tentara Ukraina bekerja di lokasi perlindungan bawah tanah di kompleks sebuah sekolah di kota garis depan Komyshuvakha, wilayah Zaporizhzhia, Selasa (3/11/2026). Sekolah tersebut sebelumnya digunakan sebagai pusat bantuan kemanusiaan sebelum dihantam serangan udara Rusia. Serangan terhadap lokasi penyaluran bantuan itu menewaskan 37 orang, sementara puluhan lainnya masih dilaporkan hilang. Pejabat setempat menyampaikan perkembangan tersebut pada Rabu (4/11/2026), dua hari setelah serangan terjadi. (REUTERS/Stringer)
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan tersebut menargetkan unit militer Ukraina di sekitar Komyshuvakha dan dua permukiman lainnya. Moskow mengklaim hingga 25 personel militer Ukraina tewas dalam operasi tersebut. Rusia dan Ukraina sama-sama membantah sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan. (REUTERS/Stringer)
Layanan darurat Ukraina mengunggah rekaman video melalui Telegram yang memperlihatkan petugas penyelamat membawa kantong jenazah melewati tempat perlindungan bawah tanah yang sebagian bangunannya runtuh. Petugas juga terlihat melakukan evakuasi di area luar bangunan yang mengalami kerusakan. (Press service of the State Emergency Service of Ukraine in Zaporizhzhia region/Handout via REUTERS)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pasukan Rusia pertama kali menjatuhkan bom udara ke gedung sekolah ketika warga mulai berdatangan untuk mengambil bantuan. Serangan kemudian berlanjut dengan bom tambahan yang menghantam tempat perlindungan bawah tanah. (REUTERS/Stringer)
Sekolah tersebut sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena lokasinya berdekatan dengan garis depan pertempuran. Namun, bangunan itu masih difungsikan sebagai tempat perlindungan sekaligus pusat penyaluran bantuan kemanusiaan setiap Senin, kata Zelenskiy. (REUTERS/Stringer)
Layanan darurat Ukraina menyebut dua anggota tim penyelamat dan empat personel kepolisian termasuk di antara korban tewas dalam serangan tersebut. Jumlah korban yang terus bertambah menjadikan insiden ini sebagai salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil di Ukraina sepanjang tahun ini. (REUTERS/Stringer)
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan tersebut menargetkan unit militer Ukraina di sekitar Komyshuvakha dan dua permukiman lainnya. Moskow mengklaim hingga 25 personel militer Ukraina tewas dalam operasi tersebut. Rusia dan Ukraina sama-sama membantah sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan. (Press service of the National Police of Ukraine in Zaporizhzhia region/Handout via REUTERS)