7 Photos
Potret Ramai-Ramai Supermarket Negara-Negara Eropa Kosong Molompong
Serangan siber menyasar supermarket di delapan negara Eropa, mengganggu sistem pendingin dan memaksa gerai membuang makanan dalam jumlah besar.
Etalase pendingin di toko Delhaize Shop & Go tampak kosong setelah insiden IT mengganggu sistem pendingin dan pembeku di sejumlah gerai Belgia dan Luksemburg. Gangguan tersebut dipicu lonjakan suhu akibat serangan siber gelombang kedua yang menyasar supermarket di delapan negara Eropa pada Senin (2/11/2026). Akibatnya, sejumlah gerai terpaksa membuang banyak makanan karena tidak lagi tersimpan pada suhu aman. (REUTERS)
Serangan yang terjadi pada Senin (2/11/2026) tersebut menyasar jaringan supermarket di berbagai negara, mulai dari Irlandia, Swedia, Belgia hingga Luksemburg. Perusahaan ritel Ahold Delhaize dan Colruyt melaporkan gangguan teknologi informasi yang memengaruhi sistem pendingin di puluhan gerai di Belgia dan Luksemburg. Sementara itu, ICA dan Coop di Swedia juga mengalami kenaikan suhu perangkat pendingin. (REUTERS/Natalia Campos)
Di Belgia, juru bicara Delhaize Sarah De Meester mengatakan perusahaan mendeteksi kenaikan suhu pada sistem pendingin dan sedang menyelidiki insiden tersebut. CEO perusahaan pendingin Sabcobel, Stephan Moelans, menyebut serangan siber membuat evaporator unit pendingin beralih ke mode pencairan bunga es atau defrost. Colruyt Group juga melaporkan lima tokonya menjadi sasaran serangan. (REUTERS/Stephanie Lecocq)
Di Swedia, tujuh gerai Coop terdampak dan telah kembali beroperasi, tetapi sistem pendinginnya diputus sementara dari internet. Sementara itu, seluruh 23 gerai ICA yang terdampak diketahui memiliki perangkat yang terhubung di luar jaringan toko yang dikelola secara terpusat. Di Jerman, operator supermarket Edeka juga melaporkan satu gerai di Reisbach mengalami peretasan pada perangkat pendingin. (Johan Nilsson/TT News Agency/via REUTERS)
Serangan tersebut memiliki pola serupa dengan insiden di Prancis tiga pekan sebelumnya. Saat itu, peretas mengambil alih kendali unit pendingin di ratusan supermarket hingga menyebabkan suhu meningkat mencapai 50 derajat Celsius. Insiden tersebut memicu kebakaran dan kerugian akibat makanan yang harus dibuang. Carrefour juga kembali menjadi sasaran di 15 gerai Belgia setelah 80 gerai waralabanya di Prancis terdampak serangan sebelumnya. (REUTERS/Natalia Campos)
Menghadapi serangan berulang, sejumlah perusahaan ritel mulai memperkuat sistem keamanan teknologi informasi. Coop Swedia berencana mengalihkan koneksi dari jaringan 4G ke 5G serta menggunakan modem lebih modern. Perusahaan juga memutus koneksi internet perangkat pendingin yang terdampak. Penyedia perangkat lunak Danfoss turut menyarankan agar sistem pendingin tidak dapat diakses secara langsung melalui internet. (REUTERS/Marie Mannes)
Pakar keamanan siber Deloitte di Den Haag, Frank Groenewegen, mengimbau peritel memeriksa kerentanan pengendali lemari pendingin, memasang pembaruan keamanan terbaru, dan memastikan perangkat mendapat dukungan produsen. Badan keamanan siber Uni Eropa (ENISA) juga menekankan pentingnya kerja sama lintas negara. Sementara itu, Kepala NCSC Inggris Richard Horne menyatakan pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan serupa. (REUTERS/Lucien Libert)