MARKET DATA
Internasional

Jangan Kaget! Trump Beri Selamat untuk Kemenangan Demokrat, tapi...

tfa,  CNBC Indonesia
04 November 2026 16:05
Presiden AS Donald Trump memberikan isyarat saat rapat umum kampanye untuk Senator AS Jon Husted (R-OH) dan calon gubernur Vivek Ramaswamy di Youngstown, Ohio, AS, pada 12 Oktober 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Foto: Presiden AS Donald Trump memberikan isyarat saat rapat umum kampanye untuk Senator AS Jon Husted (R-OH) dan calon gubernur Vivek Ramaswamy di Youngstown, Ohio, AS, pada 12 Oktober 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan ucapan selamat kepada Partai Demokrat setelah partainya, Partai Republik, mengalami kekalahan dalam pemilihan sela (midterm). Trump juga mengakui perang Iran kemungkinan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pemungutan suara tersebut.

"Selamat kepada Partai Demokrat. Mereka melakukan pekerjaan dengan baik," kata Trump dalam wawancara melalui telepon dengan FOX News Democracy 26, Selasa waktu setempat.

Dalam wawancara tersebut, Trump menyebut Demokrat telah menantikan kemenangan tersebut selama 11 tahun, tetapi menegaskan hasil pemilu itu bukan pukulan bagi dirinya secara pribadi.

Pernyataan tersebut terbilang tidak biasa mengingat Trump sebelumnya kerap melontarkan kritik keras terhadap Demokrat selama kampanye. Meski demikian, ia mengaku menerima hasil pemilu dan membuka peluang bekerja sama dengan partai rival yang kini menguasai Kongres.

"Saya bisa bekerja sama dengan mereka dalam banyak hal," ujarnya.

Trump juga mengakui konflik dengan Iran dan lonjakan harga minyak yang menyertainya kemungkinan memengaruhi pilihan pemilih.

"Menurut saya, salah satu faktornya adalah Iran, tetapi di sisi lain, masyarakat juga memahami pentingnya langkah-langkah yang telah saya ambil terkait Iran," katanya kepada Fox.

Meski menyatakan siap bekerja sama, Trump memperingatkan bahwa dirinya tidak akan segan menggunakan hak veto terhadap rancangan undang-undang yang diajukan Demokrat. Ia bahkan menyindir bahwa puluhan rancangan undang-undang yang dianggap baik oleh Demokrat sekalipun bisa dikembalikan dengan stempel veto.

Di sisi lain, Trump berusaha mengalihkan tanggung jawab atas kekalahan Republik kepada kandidat dan sesama anggota partainya. Dalam unggahan di Truth Social, ia mengklaim Republik akan menang telak jika namanya ikut tercantum dalam surat suara.

Ia juga menyalahkan Gubernur Texas Greg Abbott atas kekalahan di wilayahnya dan menyebut Abbott sebagai RINO atau anggota Republik yang dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai partai.

Seorang pejabat Gedung Putih turut menyoroti kualitas kandidat Republik yang bertarung dalam pemilu tersebut. Menurutnya, Trump justru bekerja lebih baik dalam mempromosikan sejumlah kandidat dibandingkan upaya para kandidat itu sendiri.

Kekalahan tersebut menjadi tantangan politik besar bagi Trump dalam dua tahun terakhir masa jabatan keduanya, terutama karena Demokrat kini menguasai DPR dan Senat. Namun, Gedung Putih mengisyaratkan Trump tidak akan tinggal diam menghadapi situasi tersebut.

"Tekad Presiden Trump untuk menghentikan kelompok Kiri Radikal justru akan semakin kuat. Bersiaplah," ujar pejabat tersebut.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemilu Sela AS Digelar, Popularitas 'Gerbong' Trump Makin Merosot


Most Popular
Features