Foto Internasional

Petaka Lagi Hantam India, Ibu Kota Penuh Racun-Melonjak 30 Kali Lipat

Reuters, AFP, CNBC Indonesia
Rabu, 04/11/2026 15:35 WIB

Polusi udara di ibu kota India, New Delhi melonjak hingga lebih dari 30 kali lipat dan masuk kategori polusi udara beracun.

1/6 Suasana saat kabut asap saat polusi udara melonjak, di New Delhi, India, Rabu (4/11/2026). (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Orang-orang bermain dan berjalan pada sebuah lapangan yang diselimuti kabut asap di tengah lonjakan polusi udara di New Delhi, India, Rabu (4/11/2026). Polusi udara di New Delhi melonjak hingga lebih dari 30 kali lipat dan masuk kategori polusi udara beracun. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

2/6 Suasana saat kabut asap saat polusi udara melonjak, di New Delhi, India, Rabu (4/11/2026). (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Kondisi yang memburuk ini terjadi tiga hari setelah pihak berwenang memperketat langkah-langkah penanggulangan, termasuk pembatasan lalu lintas dan kegiatan konstruksi guna menekan kabut asap di salah satu ibu kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, yang wilayah metropolitan nya dihuni oleh lebih dari 30 juta orang. (AFP/SAJJAD HUSSAIN)

3/6 Suasana saat kabut asap saat polusi udara melonjak, di New Delhi, India, Rabu (4/11/2026). (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Melansir dari Reuters, tingkat polusi diperkirakan akan semakin parah menjelang perayaan Diwali festival cahaya umat Hindu pada Minggu mendatang, di mana pesta kembang api akan menambah tingkat polusi udara yang sudah berbahaya. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

4/6 Suasana saat kabut asap saat polusi udara melonjak, di New Delhi, India, Rabu (4/11/2026). (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Mahkamah Agung (MA) India bulan ini mengizinkan penggunaan terbatas kembang api "ramah lingkungan (green firecrackers)" yang dirancang untuk mengurangi emisi selama perayaan Diwali. Namun, aturan pembatasan tersebut kerap dilanggar, dengan suara ledakan kembang api yang terus terdengar di seluruh kota. (AFP/SAJJAD HUSSAIN)

5/6 Suasana saat kabut asap saat polusi udara melonjak, di New Delhi, India, Rabu (4/11/2026). (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Menurut perusahaan pemantau kualitas udara IQAir hari ini, kadar PM2.5 partikel mikro penyebab kanker yang cukup kecil untuk masuk ke dalam aliran darah mencapai lebih dari 461 mikrogram per meter kubik di beberapa wilayah kota tersebut. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

6/6 Suasana saat kabut asap saat polusi udara melonjak, di New Delhi, India, Rabu (4/11/2026). (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Sementara itu, sebuah studi tahun 2024 yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Lancet Planetary Health memperkirakan bahwa 3,8 juta kematian di India antara tahun 2009 dan 2019 berkaitan dengan polusi udara. (AFP/SAJJAD HUSSAIN)