Investor Berebut Surat Beeharga Syariah RI, Pemerintah Dapat Rp16 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengumumkan, hasil lelang 8 seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau suku mendapatkan penawaran tinggi dari investor.
Dalam lelang kemarin, Selasa (3/11/2026), total penawaran yang masuk sebesar Rp28,55 triliun. Padahal, target indikatif dari lelang seri SPNS16122026 (reopening), SPNS04052027 (new issuance), SPNS19072027 (reopening), PBS030 (reopening), PBS040 (reopening), PBSG002 (reopening), PBS034 (reopening) dan PBS038 (reopening) hanya Rp 10 triliun.
Pemerintah pun akhirnya memenangkan atau hanya menyerap hasil lelang senilai Rp 16,65 triliun, yang akan digunakan untuk pembiayaan kebutuhan anggaran pembangunan dalam APBN 2026.
"Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp16,65 triliun," dikutip dari pengumuman DJPPR, Selasa (3/11/2026).
Dari total penawaran yang masuk itu, mayoritas masuk ke sukuk tenor-tenor pendek, di antaranya SPNS16122026 senilai Rp7,631 triliun. SPNS04052027 Rp5,515 triliun, dan SPNS19072027 Rp7,896 triliun.
Adapun untuk tenor menengah panjang jumlah penawaran yang masuk di antaranya senilai Rp1,894 triliun untuk PBS030, Rp2,473 triliun PBS040, Rp2,465 triliun PBSG002, Rp0,3394 triliun PBS034, dan Rp0,343 triliun PBS038.
Untuk tenor panjang itu, yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan juga telah mencapai kisaran 7%. Tertinggi untuk PBS038 mencapai 7,71213%. Sedangkan untuk tenor pendek seri SPNS16122026 menjadi yang terkecil 6,30000%.
Kendati begitu, seri SPNS16122026 merupakan surat utang tenor pendek yang paling banyak diperebutkan investor, tercermin dari bid to cover ratio hingga 15,26 kali.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]