Rumah Subsidi Baru Laku 54%, Ready Stock Ada 24.000 Unit Lebih

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Selasa, 03/11/2026 16:50 WIB
Foto: Pekerja beraktivitas pada salah satu proyek pembangunan rumah bersubsidi di kawasan Kemang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/1/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyaluran rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih menghadapi pekerjaan besar. Pasalnya, dari target pemerintah sebanyak 360.000 unit rumah pada 2026, realisasi penyaluran hingga awal November baru mencapai sekitar 197.000 unit.

Berdasarkan data BP Tapera, hingga 2 November 2026 pukul 14.30 WIB, realisasi penyaluran KPR FLPP mencapai 197.048 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp24,55 triliun. Artinya, pemerintah baru merealisasikan sekitar 54,72% dari target tahun ini. Masih ada sekitar 162.952 unit rumah yang harus disalurkan hingga akhir tahun.

Sementara itu, berdasarkan data realisasi per 30 Oktober 2026, jumlah penyaluran FLPP tercatat sebanyak 194.360 unit rumah dengan nilai pembiayaan Rp24,22 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 194.335 unit merupakan KPR rumah tapak, sedangkan KPR rumah susun baru mencapai 25 unit.


Kenaikan realisasi dalam dua hari kalender dari posisi 30 Oktober hingga 2 November mencapai 2.688 unit rumah. Angka ini menunjukkan penyaluran masih berjalan, meskipun pemerintah harus mengejar sisa target yang cukup besar dalam waktu kurang dari dua bulan.

Di tengah upaya mengejar target, ketersediaan rumah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Berdasarkan data BP Tapera per 30 Oktober 2026, stok rumah subsidi yang tersedia atau ready stock tercatat sebanyak 24.868 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 22.833 unit rumah tapak dan 2.035 unit rumah susun.

Selain rumah yang sudah siap huni, terdapat 2.797 unit rumah tapak yang masih dalam proses pembangunan. Dengan demikian, total pasokan rumah subsidi yang tercatat dalam kategori tersebut mencapai 27.665 unit.

Jumlah stok tersebut masih jauh di bawah sisa target penyaluran FLPP tahun ini yang mencapai hampir 163.000 unit. Kondisi ini memperlihatkan tantangan bukan hanya terletak pada kemampuan masyarakat mengakses pembiayaan, tetapi juga kesiapan pasokan rumah dari pengembang.

Dari sisi permintaan, BP Tapera mencatat terdapat 36.780 unit dalam berbagai tahapan proses pembangunan hingga akad. Rinciannya, sebanyak 14.169 unit telah lolos pemeriksaan subsidi atau subsidy checking, 5.644 unit dalam proses analisis kredit, 1.875 unit telah memasuki tahap Surat Pemesanan Rumah (SP3K), 11.437 unit dalam proses trilogi, dan 3.655 unit sudah memasuki tahap akad kredit.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma sebelumnya menyatakan optimistis terhadap perkembangan penyaluran FLPP. Terutama setelah penyaluran pada triwulan III dan Oktober menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

" Kami optimistis melihat perkembangan penyaluran FLPP, khususnya pada triwulan III dan Oktober 2026 yang menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Sid Herdi Kusuma dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Hingga 30 Oktober 2026, khusus penyaluran sepanjang Oktober tercatat sebanyak 29.352 unit rumah. Jumlah tersebut meningkat sekitar 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Himperra Usul Anggaran Bedah Rumah Dialihkan ke FLPP