Internasional

Skandal, Data Pribadi Presiden & 160 Pejabat Bocor

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 03/11/2026 17:00 WIB
Foto: Presiden Korsel dan menteri-menterinya (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) sedang menyelidiki kebocoran data milik Presiden Lee Jae Myung dan lebih dari 160 pejabat lainnya. Hal ini diutarakan seorang menteri pemerintah Korsel, Selasa (3/11/2026).

Kebocoran tersebut berisi file komputer yang berisi rincian pribadi, termasuk nomor paspor dan tanggal lahir pasangan serta pejabat senior yang menemani Lee dalam perjalanan ke luar negeri. Data-data itu tersebar di sebuah web sejak Juni bernama VirusTotal, sebuah platform pemindaian malware, sebelum kunjungan Lee ke Eropa, dan tetap dapat diakses selama hampir lima bulan.


"Ini adalah masalah serius yang tidak boleh dianggap enteng", kata Kepala Staf Kepresidenan Lim Kwang-hyun pada pertemuan darurat mengenai pelanggaran tersebut, menurut kantor Lee.

"Insiden ini meningkatkan perlunya penyelidikan menyeluruh mengenai bagaimana kebocoran itu terjadi, sejauh mana informasi yang terungkap dan apakah ada dampak buruk yang sebenarnya," tambahnya.

Masih belum jelas siapa yang mengunggahnya dan mengapa. Namun Kementerian Luar Negeri Korsel memperbarui paspor semua orang yang terkena dampak, termasuk Lee, dan menghapus informasi yang terekspos dari situs web, sejak saat itu.

"Kementerian Luar Negeri kini bekerja sama dengan Badan Kepolisian Nasional dan lembaga lainnya untuk mengetahui bagaimana informasi tersebut bocor," ujar juru bicara kementerian Park Doo-soon.

Ia mengatakan kementerian menganggap insiden tersebut sebagai kebocoran data dan bukan serangan peretasan. Kementerian sedang memeriksa komputer dan akun email yang digunakan untuk mempersiapkan perjalanan kepresidenan.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Bisnis Bullion RI, Pemerintah Gandeng Asosiasi Emas