Internasional

Dua Tetangga RI Jalankan Proyek Raksasa, Datangkan Investasi Rp 400 T

tps, CNBC Indonesia
Selasa, 03/11/2026 07:40 WIB
Foto: Suasana Johor-Singapura Special Economic Zone. (Istimewa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan Ekonomi Khusus Johor-Singapura (JS-SEZ) berhasil mencatatkan nilai investasi yang disetujui sebesar 88,83 miliar ringgit atau setara Rp 399,73 triliun (asumsi kurs Rp 4.500/ringgit). Pencapaian fantastis ini dibukukan hanya dalam kurun waktu antara Januari 2025 hingga Juni 2026.

Mengutip The Straits Times, Senin (2/11/2026), hal ini disampaikan oleh otoritas dari kedua belah pihak setelah pertemuan bilateral tingkat tinggi pada 2 November. Menteri Pembangunan Nasional Singapura Chee Hong Tat, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir, dan Kepala Menteri Johor Onn Hafiz Ghazi merilis pernyataan bersama.

Pernyataan dari ketiga pejabat tinggi tersebut dirilis usai pertemuan perdana Komite Tingkat Menteri Kerja Sama Johor-Singapura (JSCMC).


"Dari angka (investasi) tersebut, 45% telah direalisasikan," bunyi pernyataan bersama tersebut.

Proyek-proyek yang disetujui tersebut diyakini akan menciptakan 28.755 potensi lapangan kerja baru. Angka itu sudah termasuk 12.796 pekerjaan yang terkait dengan proyek-proyek yang telah diimplementasikan sejauh ini.

Pernyataan itu juga menambahkan adanya kemajuan yang baik dalam implementasi pada isu-isu krusial. Beberapa di antaranya meliputi misi investasi yang ditargetkan, realisasi investasi, konektivitas lintas batas, hingga pengembangan bakat.

Komite dan kelompok kerjanya sendiri memang bertanggung jawab langsung untuk mengoperasionalkan kawasan JS-SEZ. Pembentukan zona ini murni bertujuan untuk meningkatkan konektivitas lintas batas barang antara Singapura dan Johor.

Upaya Bilateral Tingkatkan Daya Saing

Kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen kuat mereka untuk memastikan kerangka kerja kelembagaan, peraturan, dan operasional yang dibutuhkan JS-SEZ. Singapura dan Malaysia kompak menyambut baik upaya berkelanjutan untuk mendukung bisnis yang mengeksplorasi peluang investasi di zona khusus ini.

Dukungan tersebut juga disalurkan melalui Kantor Proyek JS-SEZ Singapura dan Pusat Fasilitasi Investasi Malaysia - Johor. Tak hanya itu, pemerintah Malaysia turut menggulirkan inisiatif berkelanjutan di bawah Anggaran 2027 yang diajukan pada bulan Oktober lalu.

Inisiatif segar tersebut mencakup pengembangan Nexus Sedenak yang merupakan pusat industri dan rantai pasokan terpadu di Kulai, Johor. Upaya peningkatan daya saing ini juga diperkuat melalui fasilitasi investasi strategis dan penguatan layanan keuangan di kawasan Forest City.

"Inisiatif-inisiatif ini melengkapi upaya bilateral untuk meningkatkan daya saing JS-SEZ," papar pernyataan tersebut.

Di samping itu, komite juga mencatat pengajuan dari Singapura mengenai usulan area kolaborasi untuk urusan transportasi. Kedua negara lantas sepakat bahwa komite tingkat menteri bersama akan diketuai oleh Menteri Ekonomi Malaysia dan Menteri Pembangunan Nasional Singapura.

Transisi Cerminkan Kerja Sama Erat

Pertemuan ini menjadi momen krusial bagi JSCMC yang secara resmi telah menggantikan Komite Tingkat Menteri Bersama untuk Iskandar Malaysia (JMCIM). Perubahan ini merupakan wujud dari semakin mendalam dan meluasnya cakupan kerja sama bilateral kedua belah pihak.

Saat berbicara kepada awak media setelah pertemuan, Menteri Pembangunan Nasional Singapura Chee Hong Tat menggambarkan pertemuan tersebut berlangsung produktif. Hal itu menjadi cerminan dari kuatnya hubungan bilateral antara kedua negara serumpun tersebut.

"Sejak Kawasan Ekonomi Khusus Johor-Singapura dibentuk, kita telah membuat kemajuan yang sangat baik," ungkap Chee.

Chee juga mengaku sangat gembira melihat masuknya sejumlah proyek investasi yang telah disetujui serta terbukanya lapangan kerja baru. Ia meyakini ini baru permulaan dari lebih banyak pencapaian di masa depan, mengingat minat yang kuat tak hanya datang dari investor Singapura tetapi juga dunia.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah Mohd Nasir menambahkan bahwa kedua negara sepakat untuk menggelar forum investasi bersama paling lambat kuartal pertama tahun 2027.

"Kami ingin menjaga momentum yang baik ini, dan pastinya itu akan membawa manfaat bagi kedua negara, bagi rakyat, dan bagi komunitas bisnis di kedua wilayah ini," tegas Akmal.

Chee dan Akmal juga memastikan bahwa rencana induk atau cetak biru untuk JS-SEZ sedang berada di jalur yang tepat untuk segera dirilis. Peluncuran rencana makro itu rencananya akan dilangsungkan pada pertemuan puncak bilateral tahunan antara petinggi Singapura dan Malaysia pada bulan Desember mendatang.

Chee menilai rencana strategis ini sangat merepresentasikan visi jangka menengah hingga panjang dari apa yang ingin dicapai kedua belah pihak melalui JS-SEZ. Merespons rilisnya cetak biru tersebut, Akmal sangat optimis bahwa kedua pihak akan melihat momentum yang lebih baik pada tahun 2027 kelak.

Terkait konektivitas, Chee membeberkan komitmen peningkatan layanan taksi lintas batas antara Singapura dan Johor yang telah diumumkan pada Desember 2025. Terlebih lagi, ia menyebut peningkatan konektivitas ini akan semakin terdorong setelah kereta ringan Rapid Transit System Link mulai beroperasi pada Februari 2027 nanti.


(tps/tps)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 2 Tahun Prabowo: Tenaga Kerja yang Terserap 5,48 Juta