RI Suplai 43% Batu Bara di Perdagangan Dunia

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 02/11/2026 18:45 WIB
Foto: Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mencatat konsumsi batu bara dunia mencapai 8,9 miliar ton per tahun, dengan total volume yang diperdagangkan di pasar internasional sebesar 1,3 miliar ton.

Dari total perdagangan global tersebut, Indonesia memberikan kontribusi pasokan sebesar 540 juta ton atau setara sekitar 43% terhadap peredaran batu bara dunia.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan besarnya peran Indonesia dalam rantai pasok batu bara global tersebut.


Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan (supply and demand) agar harga komoditas nasional tidak didikte oleh pasar asing.

"Saya mengambil contoh, batu bara dunia, konsumsi batu bara dunia itu 8,9 miliar ton per tahun. Batu bara yang diperjualbelikan itu 1,3 miliar ton. Di 2025, kontribusi Indonesia terhadap peredaran batu bara dunia itu mencapai 540 juta ton," papar Bahlil dalam acara Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026, di Jiexpo, Senin (2/11/2026).

Kontribusi pasokan sebesar 540 juta ton tersebut awalnya sempat membuat harga batu bara tertekan karena volume produksi yang melimpah pada 2025. Kondisi produksi yang tidak terkontrol itu berdampak pada penerimaan negara dan keuntungan perusahaan yang kurang maksimal akibat harga jual yang rendah.

"Apa yang terjadi? Harga batu bara di 2025 pada harga yang paling rendah. Profit perusahaannya tidak terlalu banyak, pendapatan negara tidak terlalu maksimal, jor-joran kita buka lahan yang begitu besar, akhirnya barang kita dijual murah," katanya.

Untuk mengatasi rendahnya harga akibat kelebihan pasokan, pemerintah mengambil kebijakan pemangkasan alokasi kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Pengendalian porsi 43% pasokan dunia asal Indonesia ini berhasil mendongkrak harga batu bara kalori tertinggi atau 6.333 kcal mencapai US$ 154 per ton.

"Saya katakan kalau begitu, daripada harga diatur oleh asing, barang-barang kita 540 juta itu sama dengan 43% suplai batu bara dunia dari Indonesia, saya bilang kalau begitu kita jaga di antara supply and demand, potong RKAB. Apa yang terjadi, Bapak Ibu semua? Hari ini harga batubara bisa mencapai 154 dolar untuk kalori 633," terangnya.

Pemangkasan alokasi kuota produksi melalui RKAB dinilai berhasil meningkatkan pendapatan negara. Meski volume produksi mengalami penurunan, total penerimaan negara dari sektor pertambangan justru mengalami lonjakan.

"Ini strategi karena kita jaga supply and demand. Pendapatan negara kita melonjak, produksi turun. Jadi produksinya terkoreksi menurun, tapi pendapatannya naik. Ini baru paten enggak jual murah barang kita," tandasnya.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

ESDM Usut Perusahaan Asing Pemilik Kebun Sawit Jalankan Usaha Tambang