Wamendag Dyah Roro: RI Bidik Pasar 2 Miliar Penduduk Negara Muslim
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia mendorong perluasan akses produk unggulan nasional ke pasar internasional melalui penguatan perdagangan digital dan kerja sama antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Upaya tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam forum B57+ Business Leaders' Summit 2026 di Istanbul, Turki, Minggu waktu setempat.
Dalam forum tersebut, Roro menyoroti besarnya potensi pasar negara-negara OKI yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 2 miliar jiwa.
Lebih dari separuh populasi tersebut berusia di bawah 30 tahun sehingga menjadi peluang bagi pengembangan wirausaha, inovasi produk, dan perdagangan digital.
Menurut Roro, Indonesia juga memiliki modal demografi yang besar untuk mengembangkan ekonomi digital. Indonesia berpenduduk sekitar 280 juta jiwa, termasuk 62,39 juta penduduk Generasi Z dan sekitar 57 juta generasi milenial.
Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru. Sekaligus memperluas pemasaran produk nasional ke pasar internasional.
"Penting bagi kita untuk memahami kebijakan perdagangan di setiap negara, bagaimana kebijakan tersebut saling berkaitan, serta bagaimana kita dapat berbagi informasi mengenai peluang ekspor dan akses pasar," katanya saat menjadi panelis dalam sesi bertajuk Next-Generation Convergence: AI, Youth Enterprise, and the OIC Digital Growth Frontier.
"Dengan kolaborasi, kita dapat mengidentifikasi pola perdagangan dan menentukan langkah yang dapat dilakukan bersama," tambahnya.
Ia pun membahas peran generasi muda, teknologi, dan kolaborasi antarnegara dalam memperluas akses perdagangan. Ia juga menyoroti pengalaman ASEAN dalam membangun konektivitas ekonomi digital, termasuk melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan sistem pembayaran lintas negara.
Pemanfaatan pembayaran digital seperti QRIS di Indonesia dan sejumlah negara ASEAN dinilai dapat menjadi pengalaman untuk memperkuat konektivitas ekonomi digital di kawasan yang lebih luas.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri. (Dok.Kementerian Perdagangan) Foto: (Dok. Wamendag) |
