Kantong Petani Kian Tebal di Oktober, Cabai Merah-Tomat Jadi Penopang

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Senin, 02/11/2026 11:28 WIB
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono saat menyampaikan rilis BPS pada Senin (2/11/2026). (CNBC Indonesia/Dovana Hosiana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami peningkatan seiring kenaikan harga yang diterima petani pada periode Oktober 2026. Kenaikan ini terutama ditopang oleh subsektor hortikultura yang mencatat pertumbuhan paling tinggi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengungkapkan, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 1,55%. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang hanya meningkat 0,41%.

"Komoditas yang dominan memengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani antara lain karet, jagung, cabai merah, dan gabah," ujar Ateng dalam paparan BPS, Senin (2/11/2026).


Jika dilihat berdasarkan subsektor, NTP tanaman pangan (NTPP), NTP hortikultura (NTPH), dan NTP perkebunan rakyat (NTPR) mengalami kenaikan.

Kenaikan tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura, dengan NTP meningkat 6,88%. Hal ini terutama disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani hortikultura yang naik 7,12%, jauh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani yang hanya meningkat 0,23%.

Sejumlah komoditas yang dominan memengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani hortikultura adalah cabai merah, tomat, dan cabai rawit.

Namun, tidak seluruh subsektor mencatatkan peningkatan. NTP subsektor peternakan dan perikanan justru mengalami penurunan, masing-masing sebesar 0,88% dan 0,51%.

Pada subsektor perikanan, penurunan terutama terjadi pada nilai tukar nelayan (NTN) yang turun 0,99%. Sebaliknya, nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi) masih mencatat kenaikan sebesar 0,26%.

Penurunan nilai tukar nelayan terjadi karena indeks harga yang diterima nelayan turun 0,51%, sementara indeks harga yang dibayar nelayan justru meningkat 0,49%.

Adapun komoditas yang dominan menyebabkan penurunan indeks harga yang diterima nelayan antara lain ikan tongkol dan ikan cakalang.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

KKP Tingkatkan Produksi Perikanan dengan Modernisasi Pelabuhan