MARKET DATA

BPS: Nilai Tukar Petani Turun 0,66% di Mei 2026

haa,  CNBC Indonesia
01 July 2026 12:30
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS. Ateng Hartono. (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)
Foto: CNBC Indonesia/Robertus Andrianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Juni 2026 tercatat sebesar 127,65 atau turun tipis 0,06% dibanding Mei 2026. Hal ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,49% lebih rendah dari indeks harga yang dibayar petani yang naik 0,55%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan jadi indeks harga yang diterima petani lebih rendah dari harga yang dibayar sehingga berpengaruh pada penurunan NTP. Adapun, NTP menjadi acuan kesejahteraan petani di Indonesia.

"Adapun komoditas yang dominan mempengaruhi indeks harga yang diterima petani, itu bisa dilihat di tabel yaitu karet, gabah kemudian bawang merah dan juga jagung," katanya dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, komoditas yang menyumbang indeks harga yang dibayar petani a.l. bawang merah, bensin, bawang putih dan beras.

Dari subsektor NTP, hanya subsektor tanaman pangan yang mengalami kenaikan NTP sebesar 0,75%. Tanaman holtikultura, perikanan, peternakan dan perkebunan rakyat, NTP-nya mengalami penurunan.

Lebih lanjut, BPS turut mencatat kenaikan rata-rata harga beras di setiap tingkatan pada bulan Juni 2026. Pada tingkat penggilingan, terjadi kenaikan sebesar 0,97% (mtm), sementara tingkat grosir naik 0,82% dan eceran naik 0,45%. Adapun, secara tahunan, peningkatan harga beras mencapai 6,96% (yoy).

Secara rinci, Ateng mengatakan harga beras premium di penggilingan naik 1,01% (mtm) dan secara tahunan naik 11,66% (yoy). Untuk beras medium, kenaikan sebesar 0,96% dan secara tahunan, kenaikannya sebesar 5,10%.

"Untuk inflasi beras, di tingkat grosir dan eceran pada kondisi Mei 2026, pertama di tingkat grosir terjadi inflasi 0,82% (mtm) dan terjadi inflasi sebesar 5,12% secara year on year-nya. Di tingkat eceran, terjadi inflasi secara mtm sebesar 0,45% dan secara yoy, terjadi inflasi sebesar 3,98%," kata Ateng.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Nasib Petani RI di Era Prabowo Ternyata Begini


Most Popular
Features