FOTO Internasional

Pilu Lautan Massa Padati Stasiun, Kenang Tragedi yang Jatuhkan Rezim

Reuters, CNBC Indonesia
Senin, 02/11/2026 06:40 WIB

Puluhan ribu warga Serbia peringati 2 tahun tragedi stasiun Novi Sad yang menewaskan 16 orang dan memicu gerakan penumbangan Vucic.

1/8 Tampilan dari drone memperlihatkan orang-orang memberikan penghormatan di stasiun kereta api Novi Sad dalam sebuah acara peringatan, tepat dua tahun setelah peristiwa runtuhnya kanopi stasiun yang mematikan pada November 2024—sebuah insiden yang menewaskan 16 orang dan memicu tuduhan korupsi serta kelalaian yang meluas di seluruh negeri—di Novi Sad, Serbia, pada 1 November 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Puluhan ribu warga berkumpul di stasiun kereta api Novi Sad, Serbia, pada Minggu (1/11/2026), untuk memperingati dua tahun tragedi runtuhnya atap stasiun yang menewaskan 16 orang. Peristiwa tersebut menjadi pemicu gelombang demonstrasi antikorupsi yang berujung pada kekalahan Presiden Aleksandar Vucic dalam pemilihan umum sepekan lalu. (REUTERS/Marko Djurica)

2/8 Tampilan dari drone memperlihatkan orang-orang memberikan penghormatan di stasiun kereta api Novi Sad dalam sebuah acara peringatan, tepat dua tahun setelah peristiwa runtuhnya kanopi stasiun yang mematikan pada November 2024—sebuah insiden yang menewaskan 16 orang dan memicu tuduhan korupsi serta kelalaian yang meluas di seluruh negeri—di Novi Sad, Serbia, pada 1 November 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Warga berdatangan dari berbagai penjuru kota menuju stasiun utama Novi Sad, tempat kanopi beton runtuh menjelang tengah hari pada 1 November 2024. Para pelayat mengheningkan cipta selama 16 menit, sebelum meletakkan karangan bunga, bunga, dan lilin di sekitar lokasi kejadian. (REUTERS/Uros Arsic)

3/8 Tampilan dari drone memperlihatkan orang-orang memberikan penghormatan di stasiun kereta api Novi Sad dalam sebuah acara peringatan, tepat dua tahun setelah peristiwa runtuhnya kanopi stasiun yang mematikan pada November 2024—sebuah insiden yang menewaskan 16 orang dan memicu tuduhan korupsi serta kelalaian yang meluas di seluruh negeri—di Novi Sad, Serbia, pada 1 November 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

"Secara pribadi, emosional, dan sosial, saya berharap kita bisa pulih bersama," kata Zorana Sijan Oborina, seorang pendukung gerakan mahasiswa. (REUTERS/Uros Arsic)

4/8 Tampilan dari drone memperlihatkan orang-orang memberikan penghormatan di stasiun kereta api Novi Sad dalam sebuah acara peringatan, tepat dua tahun setelah peristiwa runtuhnya kanopi stasiun yang mematikan pada November 2024—sebuah insiden yang menewaskan 16 orang dan memicu tuduhan korupsi serta kelalaian yang meluas di seluruh negeri—di Novi Sad, Serbia, pada 1 November 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Tragedi yang terjadi di stasiun hasil renovasi dalam proyek kereta cepat yang didukung China itu memicu gerakan demonstrasi antikorupsi berskala nasional. Aksi tersebut semakin meluas karena masyarakat menilai insiden itu mencerminkan praktik korupsi di bawah pemerintahan Vucic. (REUTERS/Marko Djurica)

5/8 Tampilan dari drone memperlihatkan orang-orang memberikan penghormatan di stasiun kereta api Novi Sad dalam sebuah acara peringatan, tepat dua tahun setelah peristiwa runtuhnya kanopi stasiun yang mematikan pada November 2024—sebuah insiden yang menewaskan 16 orang dan memicu tuduhan korupsi serta kelalaian yang meluas di seluruh negeri—di Novi Sad, Serbia, pada 1 November 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Gelombang protes mendorong sejumlah pejabat mengundurkan diri, termasuk menteri konstruksi. Tekanan publik juga memicu perombakan pemerintahan hingga akhirnya digelar pemilihan umum lebih awal. Gerakan tersebut mencapai puncaknya setelah blok yang dipimpin mahasiswa meraih kemenangan dalam pemilu pada pekan sebelumnya. (REUTERS/Uros Arsic)

6/8 Tampilan dari drone memperlihatkan orang-orang memberikan penghormatan di stasiun kereta api Novi Sad dalam sebuah acara peringatan, tepat dua tahun setelah peristiwa runtuhnya kanopi stasiun yang mematikan pada November 2024—sebuah insiden yang menewaskan 16 orang dan memicu tuduhan korupsi serta kelalaian yang meluas di seluruh negeri—di Novi Sad, Serbia, pada 1 November 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Jaksa telah mendakwa 13 orang terkait tragedi runtuhnya atap stasiun tersebut. Namun, proses persidangan awal hingga kini masih tertunda. Seluruh terdakwa membantah melakukan kesalahan. "Saya berharap kita akhirnya menyadari bahwa kita tidak seharusnya menunggu bertahun-tahun untuk mengubah sesuatu yang buruk, terutama ketika hal itu merenggut nyawa manusia," kata Jelena Trajkovic, 32 tahun, akademisi asal Novi Sad. (REUTERS/Marko Djurica)

7/8 Tampilan dari drone memperlihatkan orang-orang memberikan penghormatan di stasiun kereta api Novi Sad dalam sebuah acara peringatan, tepat dua tahun setelah peristiwa runtuhnya kanopi stasiun yang mematikan pada November 2024—sebuah insiden yang menewaskan 16 orang dan memicu tuduhan korupsi serta kelalaian yang meluas di seluruh negeri—di Novi Sad, Serbia, pada 1 November 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Berdasarkan penghitungan sementara, Student List, kelompok yang terdiri dari akademisi, profesional, petani, aktor, dan aktivis yang dipilih melalui majelis mahasiswa, berhasil memperoleh 141 dari total 250 kursi parlemen pada 25 Oktober. Hasil akhir pemilu diperkirakan diumumkan dalam beberapa hari mendatang dan tidak diperkirakan mengubah hasil tersebut. (REUTERS/Uros Arsic)

8/8 Tampilan dari drone memperlihatkan orang-orang memberikan penghormatan di stasiun kereta api Novi Sad dalam sebuah acara peringatan, tepat dua tahun setelah peristiwa runtuhnya kanopi stasiun yang mematikan pada November 2024—sebuah insiden yang menewaskan 16 orang dan memicu tuduhan korupsi serta kelalaian yang meluas di seluruh negeri—di Novi Sad, Serbia, pada 1 November 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Vucic, yang maju sebagai calon perdana menteri dari Partai SNS setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden, mengakui kekalahan dan meninggalkan jabatannya. Pemilihan presiden Serbia berikutnya diperkirakan digelar sebelum akhir tahun ini. (REUTERS/Marko Djurica)