MARKET DATA

Heboh Pabrik BYD Didemo Ormas, Menperin Angkat Bicara!

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
30 October 2026 20:15
Seseorang melewati area produksi perakitan mobil listrik di Pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Foto: Seseorang melewati area produksi perakitan mobil listrik di Pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji buka suara mengenai aksi demonstrasi organisasi masyarakat (ormas) di kawasan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. Aksi tersebut dipicu tuntutan agar perusahaan memberikan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Sarmuji mengaku sudah menerima informasi mengenai persoalan tersebut. Kementerian Perindustrian juga membuka kemungkinan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan guna mengetahui duduk perkara antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

"Kita terima informasinya, tapi tentu saja penyelesaiannya tidak hanya ada di Kementerian Perindustrian. Nanti kita cek kalau perlu ada kita mengunjungi di luar Kementerian Perindustrian, pasti kita lakukan," ujar Sarmuji usai Rapimnas Kadin di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Persoalan penyerapan tenaga kerja lokal tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Ada kemungkinan perusahaan merasa telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam merekrut pekerja dari lingkungan sekitar, sementara masyarakat justru menilai kesempatan kerja yang tersedia masih belum memadai.

Perbedaan penilaian tersebut, menurutnya, perlu dipertemukan agar tidak terus berkembang menjadi persoalan antara industri dan masyarakat.

"Kadang-kadang perspektif yang sudut pandangnya beda, antara industri. Industri merasa sudah, sementara masyarakat merasa belum cukup. Ini kan sesuatu yang harus dipertemukan, penjelasan yang harus sama-sama satu frekuensi. Jangan sampai berbeda frekuensi, kalau berbeda frekuensi akan terus ada problem," katanya.

Persoalan di kawasan pabrik BYD Subang ini menambah daftar tantangan yang dihadapi investasi industri otomotif di Indonesia. Sebelumnya, pembangunan fasilitas produksi perusahaan asal China tersebut juga sempat menjadi sorotan akibat dugaan aksi premanisme oleh oknum ormas

(fys/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Proyek Mobnas Masuk Tahap Land Clearing di Subang, Produksi 2028


Most Popular
Features