Hilirisasi Jadi Penggerak Utama Investasi RI, Ini Buktinya

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Jumat, 30/10/2026 15:35 WIB
Foto: Chairman Indonesia Mining Institute, Prof. Irwandy Arif saat menyampaikan pemaparan dalam Coffee Morning bertajuk “2 Tahun Prabowo : Hilirisasi Melaju, Industri Tambang Makin Kuat?” di Parle Senayan Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia Mining Institute (IMI) mencatat investasi hilirisasi di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 telah mencapai Rp 480 triliun. Ini menjadi bukti bahwa hilirisasi menjadi pendorong utama investasi di Indonesia.

Chairman Indonesia Mining Institute Irwandy Arif memaparkan bahwa program hilirisasi berhasil menjadi pendorong utama investasi nasional. Ia menyampaikan bahwa sektor mineral memberikan kontribusi terbesar dalam capaian nilai investasi tersebut.

"Hilirisasi sudah menjadi penggerak investasi nasional sampai saat ini. Itu suatu hal yang positif. Dari Januari sampai September 2026, investasi hilirisasi itu sudah mencapai Rp 480 triliun," ujar Irwandy dalam Coffee Morning-Special 2 Tahun Prabowo bertema "2 Tahun Prabowo: Hilirisasi Melaju, Industri Tambang Makin Kuat?", dikutip Jumat (30/10/2026).


Sektor mineral menyumbang porsi terbesar terhadap nilai investasi hilirisasi dengan capaian mencapai Rp 335 triliun. Nilai tersebut juga ditopang oleh peresmian 19 proyek hilirisasi Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) serta 11 proyek swasta dengan nilai investasi kira-kira Rp 180 triliun.

"Sektor mineral menjadi penyumbang terbesar, sebesar Rp 335 triliun. Danantara, memulai 19 proyek hilirisasi dan 11 projek swasta di kawasan hilir Itu semilai kira-kira Rp 180 triliun yang telah diresmikan," jelasnya.

Dampak investasi hilirisasi juga tecermin pada kenaikan nilai ekspor nikel nasional yang tumbuh sekitar 17%. Pertumbuhan nilai ekspor tersebut tetap terjadi di tengah penurunan volume akibat kebijakan pembatasan kuota.

"Nilai ekspor nikel kita naik sekitar 17%. Walaupun volume-nya turun, karena adanya pembatasan kuota," tandasnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bahlil: RI Punya Skema Impor Energi Baru