MARKET DATA

Cara Prabowo Bikin Nelayan RI Naik Kelas, Produksi Ikan Rp 56 T/Tahun

Wahyu Daniel,  CNBC Indonesia
30 October 2026 14:20
Presiden Prabowo Subianto meninjau Tambak Budidaya Ikan Nila di BLUPPB, Karawang bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Instagram @prabowo)
Foto: Presiden Prabowo Subianto meninjau Tambak Budidaya Ikan Nila di BLUPPB, Karawang bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Instagram @prabowo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto, lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berencana melakukan modernisasi 1.000 lebih kampung nelayan di Indonesia. Tujuannya agar ekonomi daerah pesisir meningkat dan nelayan sejahtera.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memaparkan pihaknya akan membangun 1.369 kampung nelayan modern di Indonesia. Lewat program ini, akan ada sekitar 429 ribu nelayan yang menerima manfaat, dan juga 1,7 juta anggota keluarganya.

"Ini cara pemerintah membangun daerah terpencil yang belum pernah tersentuh investasi dari pemerintah," kata Trenggono dalam pertemuan di kantornya, Kamis (29/10/2026).

Pada kesempatan tersebut, Trenggono memaparkan, lewat program bernama Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ini, pemerintah menargetkan Indonesia jadi salah satu pemain ikan terbesar dunia dengan produksi 2,82 juta ton/tahun, dengan nilai Rp 56 triliun atau sekitar US$ 3,3 miliar.

"Dengan begitu pendapatan nelayan akan meningkat menjadi Rp 7,7 juta ton/bulan," imbuhnya.

Program ini menurutnya akan menyerap 50.000 orang tenaga kerja. Pada akhirnya ini akan mendorong tumbuhan usaha mikro di wilayah pesisir seperti pengolahan ikan, kuliner, dan lain-lain.

"Kemudian akan ada peningkatan ekspor hasil perikanan tangkap nasional," jelasnya.

Trenggono menjelaskan kondisi masyarakat nelayan Indonesia yang harus diangkat derajat ekonominya lewat program KNMP ini. Jumlah desa nelayan di Indonesia mencapai 2.910 desa. Saat ini, mayoritas kondisi desa nelayan ini cukup memprihatinkan.

Desa nelayan umumnya merupakan pemukiman padat dan kumuh, minim sarana dan prasarana, mata pencarian bergantung pada musim ikan, serta terbatasnya akses teknologi.

Jumlah nelayan di Indonesia menurut data kementerian ini pada 2025, mencapai 3,228 juta. Mayoritasnya merupakan masyarakat miskin. Ini terlihat dari nilai tukar nelayan yang masih rendah, dengan rata-rata 104,4 dalam 5 tahun terakhir.

Lantas apakah KNMP bakal manjur meningkatkan ekonomi sektor perikanan dan kesejahteraan nelayan Indonesia?

Trenggono memaparkan hasil pembangunan kampung nelayan di Desa Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

Hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai tukar nelayan di desa tersebut naik dari 109 menjadi 113,2 setelah kampung nelayan tersebut dibangun. Ada 89 nelayan dengan 445 keluarga yang menerima manfaat program ini.

Data per Juli 2026, seusai kampung nelayan dibangun, tiap nelayan mendapatkan pendapatan rata-rata Rp 7,73 juta/bulan. Naik 78% dari sebelumnya Rp 4,35 juta/bulan.

Lebih positif lagi produksi ikan yang juga naik tinggi 103%, dari 446 kg/bulan/nelayan menjadi 904 kg/bulan/nelayan. Penjualan ikan petani juga luar biasa naik 47% dari Rp 9 juta/bulan/nelayan menjadi Rp 15,87 juta/bulan/nelayan.

"Sebelumnya ikan hasil tangkapan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal. Sekarang ikan juga dikirim ke luar kota dengan standar industri," papar Trenggono.

Apa saja yang dibangun pemerintah di KNMP ini? Trenggono memaparkan, pemerintah mengintervensi sejumlah sarana dan prasarana. Antara lain pembangunan dermaga atau tambatan perahu, kapal perikanan yang layak, cold storage hingga pabrik es yang selama ini tidak dimiliki kampung nelayan.

Targetnya, hingga 2029 nanti akan ada 5.000 lokasi kampung nelayan yang dibangun dengan standar yang sama.

(wed/hoi) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Punya Wamen Baru, Trenggono Beberkan 6 Program Prioritas KKP


Most Popular
Features