Hashim Bilang Banyak Berita Bohong soal Utang RI di Medsos

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Jumat, 30/10/2026 11:11 WIB
Foto: Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo dan Ketua Umum KADIN, Anindya Novian Bakrie saat memberikan keterangan pers di Paris, Prancis, Selasa (15/7/2025). (CNBC Indonesia/Seft Oktarianisa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Sujono Djojohadikusumo menepis anggapan bahwa Indonesia dibebani utang yang berat.

Ia menyebut banyak informasi yang beredar di media sosial soal utang negara tidak benar.

Hal itu disampaikan Hashim dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin pada Kamis (29/10/2026). Ia menyinggung pandangan sebagian pihak yang menilai masa depan Indonesia suram karena beban utang.


"Banyak yang persoalkan utang negara Indonesia gelap karena Indonesia dibebani utang, ternyata itu bohong," tegas Hashim.

"Maaf ya, di media sosial itu banyak bohong," lanjutnya.

Hashim mengutip data IMF dan Bank Dunia yang menurutnya menunjukkan utang Indonesia termasuk yang paling rendah di dunia. Ia membandingkan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sejumlah negara a.l. Malaysia 61% dari PDB, Vietnam 57%, Thailand 54%, Amerika Serikat 120%, Jepang: 250%, China: 268%. Sementar aitu, rasio utang Indonesia sekitar 40% dari PDB.

"Ini adalah kekuatan kita," ujar Hashim.

Menurut Hashim, angka sekitar 40% hingga 41% itu mencakup utang pemerintah sekaligus utang swasta. "Menurut IMF dan Bank Dunia, utang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia," katanya.

Hashim menilai fundamental ekonomi Indonesia kuat, tetapi pencapaiannya kurang diketahui publik. Ia mencontohkan swasembada pangan yang menurutnya tercapai tiga tahun lebih cepat dari target.

"Ini suatu pencapaian prestasi yang banyak orang tidak tahu. Banyak orang asing relasi saya tidak tahu bahwa sebetulnya fundamental kita kuat," ujarnya.

Ia meminta pelaku usaha melihat prospek ke depan dengan optimistis. "Indonesia tidak gelap. Indonesia terang," tegas Hashim.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kadin: Kabut Asap Karhutla Tidak Ganggu Investasi di ASEAN