MARKET DATA

Happy Peringkat Utang RI Dipertahankan S&P, Purbaya: Lembaga Jujur

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
14 July 2026 12:01
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI dengan agenda keputusan RKA Tahun 2026 Kementerian Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 11/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI dengan agenda keputusan RKA Tahun 2026 Kementerian Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 11/9/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebahagiaannya setelah lembaga pemeringkat internasional S&P mempertahankan peringkat kredit atau utang Indonesia.

Menurut dia, keputusan S&P untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dan prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil menunjukkan lembaga pemeringkat utang itu jujur dan benar.

"Jadi pengumuman S&P ini memberi indikasi jelas bahwa lembaga internasional yang jujur, benar, prudent dan independen melihat kebijakan kita baik," tegas Purbaya saat berbicara di Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Purbaya menganggap, dengan penilaian S&P terhadap tata kelola fiskal pemerintah ini, otomatis menjatuhkan anggapan negatif yang berkembang di tengah masyarakat, bahwa pemerintah saat ini ugal-ugalan dalam mengelola APBN.

"Kita ambil positif dari rating S&P ini. Dari awal tahun sampai sekarang kita selalu didera berita negatif, rating kita turun, anggaran kita dilakukan secara brutal, dan lain-lain, sehingga ada kesan bahwa peringkat kita diturunkan bukan outlook saja," tegas Purbaya.

Menurut Purbaya, kini pemerintah akan lebih percaya diri dalam mengkomunikasikan keberhasilan dalam mengelola fiskal, terutama menjaga defisit APBN tetap di bawah batas aman UU Keuangan Negara 3% PDB dan rasio utang di bawah 60% PDB.

"Dengan berita ini kita bisa mulai lebih berani ceritakan sentimen positif ke masyarakat, ke pasar modal, dan lain-lain, termasuk ke rupiah bahwa kita ke depan tinggal maju saja, tidak mundur lagi. Jadi bukan Indonesia cemas tapi menuju Indonesia emas," paparnya.

"Jadi ke depan kami tetap minta didukung dalam hal yang sama agar pemerintah bisa jalankan anggarannya secara prudent, dan tidak menyeleweng di sana sini," tegas Purbaya.

Sebagaimana diketahui, S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Sementara itu, prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

"Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil," tulis S&P dalam laporannya, Senin (13/7/2026).

Dalam laporan yang dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah indikator ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, masih bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan.

S&P juga menegaskan outlook stabil mencerminkan ekspektasi kami bahwa penerimaan pemerintah akan terus pulih tahun ini dan penerimaan ekspor akan kembali meningkat seiring kenaikan harga komoditas.

"Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam juga diperkirakan akan memperkuat pendapatan negara dalam jangka menengah, terutama apabila perubahan kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi dan dieksekusi dengan baik," tulis S&P.

Lebih lanjut, menurut S&P, outlook stabil juga mencerminkan keyakinan kami bahwa pemerintah tetap memandang batas defisit fiskal sebesar 3% terhadap PDB sebagai jangkar kebijakan yang penting.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Rancang Defisit APBN 2027 di Level 1,8-2,4% PDB


Most Popular
Features