MARKET DATA

Dongkrak Kinerja Perdagangan RI, Mendag Ungkap Tiga Program Utama

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
29 October 2026 21:27
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso saat dalam CNBC Indonesia Awards. (CNBC Indonesia TV)
Foto: Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso saat dalam CNBC Indonesia Awards. (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyampaikan bahwa pihaknya memiliki tiga program utama untuk mendorong kinerja perdagangan di Indonesia yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ketiga program itu antara lain, program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.

"Selain tiga program tersebut, ada juga Pilihan Busan yang dikurasi oleh Tim kami. Produk pilihan itu kami kenalkan dengan cara di display dari mulai di kantor Kemendag, hingga ruangan saya agar dilihat tamu yang hadir," ungkap Budi dalamCNBC Indonesia Awards 2026: Best Consumer, Kamis (29/10/2026).

Adapun dalam mendorong program pengamanan pasar dalam negeri, Budi menjelaskan bahwa Kemendag terusmeningkatkan promosi dan memperkuat daya saing produk nasional agar mampu mengisi dan menjadi pilihan utama di pasar dalam negeri.

Sedangkan untuk program perluasan pasar ekspor, akan terus didorong melalui perundingan perjanjian perdagangan, penanganan hambatan perdagangan dengan negara mitra, otomatisasi Surat Keterangan Asal (SKA), serta promosi dagang.

Menurut Budi, saat ini sudah ada 25 perjanjian dagang dengan berbagai negara, dan 13 dalam proses negosiasi. Selain itu program ketiga adalah Dari Lokal untuk Global, yang mencakup 4 klaster, yaitu UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, dan Campuspreneur.

"Dari Lokal untuk Globalitu program UMKM Bisa Ekspor, bagaimana UMKM bisa tembus global kami fasilitasi, dengan atase perdagangan di 33 negara, kami juga membantu mencarikan buyer dengan bisnis matching," rinci dia.

Selain UMKM Bisa Ekspor, Budi juga sangat mendukung Campuspreneur. Program ini berupaya meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia melalui berbagai fasilitasi pengembangan usaha mahasiswa, termasuk pada pemasaran produk dan dukungan ekspor, serta pembinaan UMKM bersama mitra perguruan tinggi dengan harapan dapat mendukung terciptanya wirausaha muda dan menambah jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia.

Setidaknya sudah ada sebanyak 25 kampus turut serta dalam program Campuspreneur.

"Kami berharap sejak kuliah mereka sudah usaha, dan ketika lulus sudah bisa membuka lapangan pekerjaan," jelas Budi.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article India Setop Penyelidikan Antisubsidi Produk Kaca Polos Bening RI


Most Popular
Features