Mahasiswa Cuan Dolar Sampai Miliaran, Mendag Budi Kasih Pesan Khusus
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Pameran ekspor Indonesia skala internasional, Trade Ekxpo Indonesia (TEI) ke-41 telah selesai digelar pada 14-18 Oktober 2026. Menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, nilai total transaksi TEI 2026 mencapai US$22,94 miliar.
Capaian TEI 2026 yang tinggi itu dihasilkan dari berderet MOU dan transaksi selama 5 hari pameran. Pada hari pertama saja, kata Budi, transaksi TEI 2026 langsung mencapai US$13,2 miliar. Dan, sebanyak 168 MoU diteken.
Menariknya, dari pelaksanaan TEI 2026, Campuspreneur jadi salah satu segmen penyumbang transaksi.
Secara umum, kata Budi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempunyai tiga program utama. Yaitu, pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan dari lokal untuk global
Campuspreneur, ujarnya, menjadi salah satu bagian dari program "dari lokal untuk global".
"Kita ingin ngajari anak-anak kita para mahasiswa kita itu menjadi entrepreneur. Nah, salah satunya adalah bagaimana menjadi eksportir. Kita ajarin dari mulai pelatihan ekspor, cara ekspor, kemudian packaging atau desain produk, kemudian bagaimana mencari buyer ya," katanya dalam CNBC Indonesia exclusive interview, Kamis (29/10/2026).
"Kita temukan dengan perwakilan. Nah tahun ini Campuspreneur itu kita buatkan booth khusus, ya booth Campuspreneur. Jadi kita kerja sama lebih dari 25 kampus sekarang, kemarin ada sekitar 20 kampus yang berpartisipasi di pameran. Nah dari pameran kemarin terjadi transaksi US$24,5 juta (setara Rp444,1 miliar dengan kurs Rp18.125/US$). Campuspreneur saja. Kalau total transaksi Trade expo US$22,94 miliar," papar Budi.
Pencapaian TEI 2026 ini, jelasnya, tak lain berkat strategi yang diterapkan.
"Karena kita bekerja setahun sebelumnya. Ini Trade Expo sudah selesai, kita sudah kerja lagi untuk Trade Expo nanti, tanggal 13 ya (Oktober 2027), kita sudah tentukan dari sekarang. Caranya gimana? Caranya kita carikan buyer. Ya dengan business matching, dengan penjajakan, itu sudah dimulai dari sekarang," ungkap Budi.
"Karena kita juga udah tahu siapa nanti yang akan ikut Trade Expo. Kita juga sudah identifikasi produk-produknya, kita tawarkan mulai dari sekarang, sehingga mereka di business matching, itu sudah ketemu. Sudah ketemu produknya ketemu orangnya walaupun secara online. Nah nanti menjelang trade expo, katakanlah tanggal 13, dia mungkin tanggal 12 sudah datang, itu lihat pabrik. Pas tanggal 13 sudah transaksi, jadi pas trade expo itu, kopi darat itu," tutur Budi.
Langkah itu, ujarnya, jadi strategi untuk membangun kepercayaan antarpembeli-penjual.
"Kalau langsung ketemu, mungkin tidak mudah ya tidak mudah untuk, memang langsung ketemu langsung percaya? Kan nggak. Nah itu sampai 5 hari, akhirnya bertambah-bertambah, sampai MOU itu 426 yang yang ditandatangani itu dengan nilai US$22,94 miliar. UMKM kita mendapat transaksi sekitar US$510 juta," kata Budi.
Sumbang Devisa hingga Buka Lapangan Kerja Baru
Budi mengatakan, Campuspreneur dirancang untuk menciptakan eksportir-eksportir produk Indonesia. Termasuk dengan membuka akses mencari pasar/buyer lewat para Atase Perdagangan dan ITPC di luar negeri.
Selain kepesertaan Campuspreneur di TEI 2026, lanjut Budi, pihaknya juga menggelar kompetisi antarkampus dari hasil pelaksanaan TEI 2026.
"Nah, itu juga kita buat kompetisi, siapa yang paling besar transaksinya. Transaksi yang pertama itu dari BINUS. Berbagai produk sebenarnya, produk seperti charcoal, segala macam produk agrikultur. Kemudian yang kedua, Telkom Bandung ya, itu animasi. Jadi, kita ekspor produk barang dan jasa. Dan yang ketiga, IPB," paparnya.
"Jadi, memang ada hasilnya bahwa anak-anak kita ini bisa berjiwa entrepreneur dan juga kita bisa menghasilkan dolar ya, menghasilkan devisa dari anak-anak mahasiswa kita. Nah, ketika nanti lulus, dia akan membesarkan perusahaannya, kemudian membesarkan ekspornya," ucapnya.
Karena itu, sambung dia, Campuspreneur memang dirancang sampai membuahkan hasil. Tidak hanya sekadar memberi booth di pameran.
"Nah, ini yang selalu kita tembuhkan kepada anak-anak kita. Bagaimana setelah lulus itu bisa menciptakan lapangan kerja. Tapi kita harus memberi pendampingan ya, sampai harus terwujud. Program ini tidak sekadar program, tapi harus ada hasilnya. Dan kemarin dari Trade Expo, bahkan sebelum Trade Expo, kita sudah melakukan beberapa pelepasan ekspor untuk program Campuspreneur ini yang kita fasilitasi melalui pameran kita di luar negeri atau melalui business matching," kata Budi.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyaksikan penandatanganan 168 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan buyer luar negeri Senilai USD 13,2 miliar pada Trade Expo Indonesia ke-41 Tahun 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). (Dok. Kemendag) Foto: Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyaksikan penandatanganan 168 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan buyer luar negeri Senilai USD 13,2 miliar pada Trade Expo Indonesia ke-41 Tahun 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). (Dok. Kemendag) |
