5 Photos
Pamit ke Pelanggan, Penampakan Hypermart di Depok Town Square Tutup
Hypermart di Depok Town Square resmi tutup pada 26 Oktober 2026. Hippindo menilai sepinya pengunjung mal bisa menjadi pertimbangan relokasi gerai.
Suasana Gerai Hypermart yang resmi berhenti beroperasi di pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos), Jawa Barat, Kamis (29/10/2026). Gerai Hypermart di pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos), Jawa Barat, resmi berhenti beroperasi mulai 26 Oktober 2026. Penutupan gerai ini menjadi sorotan di tengah dinamika industri ritel nasional. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pantauan CNBC Indonesia, Kamis (29/10/2026), gerai Hypermart di Detos sudah tertutup teralis. Sebuah banner bertuliskan “Sampai Jumpa Hypefriend” juga terpasang di depan gerai, sekaligus menginformasikan bahwa operasional Hypermart Square berakhir pada 26 Oktober 2026, dengan transaksi terakhir pada 25 Oktober 2026. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Selain itu, terdapat kertas bertuliskan “Area Disewakan” yang ditempel pada teralis gerai. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sementara itu, sejumlah petugas terlihat masih beraktivitas di dalam area toko untuk mengemas barang-barang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Meski gerai Hypermart telah tutup, aktivitas di sekitar lokasi masih berlangsung. Sejumlah pedagang jajanan tetap berjualan, sementara pengunjung terlihat lalu-lalang di depan bekas gerai tersebut. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Penutupan Hypermart di Detos turut menjadi perhatian pelaku industri ritel. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menilai, bisnis ritel di Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih baik, meski menghadapi sejumlah kendala, termasuk persoalan pasokan barang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Terkait penutupan gerai Hypermart di Detos, Budihardjo menilai tingkat kunjungan pusat perbelanjaan dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi peritel dalam menentukan lokasi dan format bisnis. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
“Ya jadi kalau mal sepi, pasti toko tenant akan cari lokasi mal yang ramai, itu sudah umum. Jadi kalau kondisi usaha Hypermart masih sehat, dia cuma nutup yang sepi, ya memang Detos agak sepi ya, dia cari format yang lain, atau mungkin buka stand alone,” jelas Budihardjo. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Menurutnya, penutupan sebuah gerai di lokasi tertentu tidak serta-merta menunjukkan bahwa bisnis perusahaan secara keseluruhan sedang mengalami masalah. Peritel dapat mempertimbangkan relokasi ke pusat perbelanjaan dengan tingkat kunjungan lebih tinggi atau mengembangkan format toko mandiri (stand alone) sesuai dengan kondisi pasar. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)