Anindya Bakrie Ungkap 77 Brand Global Beli Produk RI, Ada Airbus-Tesla

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 29/10/2026 18:10 WIB
Foto: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Inonesia (KADIN), Anindya Novyan Bakrie menyampaikan keterangan saat turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan di Paris, Prancis, Senin (14/7/2025). (CNBC Indonesia/Seft Oktarianisa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan sejumlah merek global, mulai dari Airbus hingga Tesla, telah membeli produk atau komponen dari Indonesia. Kadin pun mendorong peningkatan kapasitas produksi dan penjualan agar produk dalam negeri bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Anindya mengatakan, potensi tersebut akan diangkat melalui peluncuran buku We Buy from Indonesia yang berisi testimoni dari berbagai pihak yang membeli produk Indonesia. Buku tersebut menjadi salah satu upaya untuk menunjukkan keterlibatan produk nasional dalam rantai pasok global.

"Jadi buku yang kita akan luncurkan We Buy from Indonesia ini adalah testimoni daripada yang membeli. Jadi ada 77 brand dunia seperti Airbus, Tesla, sampai kepada tentunya local brand seperti Kopiko, lalu On, Nike, sudah membeli komponen dari Indonesia," ujar Anindya dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).


Menurut Anindya, keberadaan perusahaan global yang membeli produk Indonesia menjadi peluang bagi dunia usaha untuk meningkatkan kontribusi dalam rantai pasok internasional. Karena itu, pekerjaan selanjutnya bukan hanya mempertahankan pasar yang sudah ada, tetapi juga meningkatkan volume produksi dan penjualan.

"Tugas kita ialah meningkatkan komponen itu dan meningkatkan sales-nya (penjualan). Dan ini yang kita akan luncurkan, karena setahun kita ekspor sekitar US$300 miliar," katanya.

Anindya menambahkan, perluasan pasar ekspor juga perlu didukung dengan peningkatan investasi. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk menarik lebih banyak investasi, baik melalui pasar modal maupun penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI).

Dia menilai pembukaan akses perdagangan melalui diplomasi ekonomi juga dapat memperbesar peluang produk Indonesia masuk ke pasar internasional. Anindya menyebut sejumlah perjanjian perdagangan telah berlaku, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap negosiasi.

"Jadi dengan dibukanya diplomasi ekonomi ke negara-negara lain, yang sudah ada 25 berlaku, dan 15 dalam tahap negosiasi seperti European Union (Uni Eropa), yang tentunya jumlahnya sangat besar, ini menjadi potensi untuk sekali lagi meningkatkan buy from Indonesia," kata Anindya.

Lebih lanjut, Anindya menekankan pentingnya menghubungkan usaha rakyat dengan rantai pasok industri agar manfaat ekspor dan investasi dapat dirasakan lebih luas. Menurutnya, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

"Nah di sini kita mengatakan tidak mungkin ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia tanpa UMKM naik kelas dan lapangan kerja berkualitas," tuturnya.

Dia menjelaskan, Kadin mendorong model kemitraan yang menghubungkan pelaku usaha dari tingkat desa dengan industri hingga pasar internasional. Skema yang dikembangkan mencakup kemitraan produksi, pengembangan pemasok industri, pembelian dalam rantai pasok, hingga kemitraan distribusi dan ritel.

"Sehingga kalau kita ingin mendunia, tentu modal harus masuk, atau buy in Indonesia, usaha rakyat naik kelas dari desa harus juga bisa ikut nilai tambah dalam rantai pasok, dan ujungnya buy from Indonesia supaya investasi juga berkembang," pungkas dia.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kadin: Kabut Asap Karhutla Tidak Ganggu Investasi di ASEAN