Kupas Tuntas Langkah dan Strategi Indonesia Menuju Kedaulatan Pangan
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memberikan penekanan serius terhadap penguatan ketahanan pangan tanah air dan langkah kolektif ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan global. Daia menegaskan Asia Tenggara memiliki posisi geografis yang strategis, dan menjadikan kawasan yang sangat krusial dalam ketahanan pangan.
Untuk itu, Prabowo pun menegaskan agar stabilitas di jalur perdagangan strategis tetap terjaga demi kelancaran distribusi logistik antarnegara. Salah satu langkah yang ditempuh, selain memastikan produksi dan distribusi pangan, keamanan perairan regional juga menjadi kunci utama agar tidak terjadi hambatan pasokan di masa depan.
Indonesia sendiri memiliki potensi besar untuk memperkuat kedaulatan pangan. Target ini dapat dikejar melalui peningkatan produktivitas, diversifikasi pangan, dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.
Keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, petani, koperasi, hingga startup menjadi kunci untuk menghadirkan solusi meningkatkan produksi sekaligus memperkuat daya saing dan ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.
Untuk mewujudkan ketahanan pangan, yang menjadi prioritas nasional, CNBC Indonesia menggelar Special Program World Food Day, pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 08.00-10.00 WIB. Forum ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Nasional.
Acara ini hadir sebagai platform strategis untuk mengungkap upaya stakeholder untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri pangan dan berdaya saing global. Untuk mendukung dan merealisasikan swasembada pangan, World Food Day akan mengupas langkah-langkah strategis dalam Asta Cita untuk mendukung ketahanan pangan lokal.
World Food Day yang mengusung tema "Inovasi untuk Kedaulatan Pangan Indonesia" akan menghadirkan jajaran narasumber, mulai dari Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Pangan Widiastuti, CEO Rumah Tani Bahtiar, dan Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi, Amin Nur.
Sesi diskusi akan berfokus pada bagaimana teknologi, riset, inovasi pertanian, dan penguatan pangan lokal dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Momentum ini juga menjadi ruang untuk menyoroti kolaborasi pemerintah, industri, petani, dan pelaku inovasi dalam membangun sistem pangan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.
Dialog eksklusif ini dapat disaksikan di CNBC Indonesia TV dan cnbcindonesia.com, Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 08:00 WIB. Jangan sampai ketinggalan dan pantau terus informasi seputar ekonomi dan bisnis di CNBC Indonesia.
Â
(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]