Saleh Mustafa Sah Jadi Wamentan, Punya Tugas Khusus Ini dari Prabowo
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa, mengungkapkan dirinya sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Wamentan.
Hal tersebut disampaikan Saleh saat ditemui awak media usai menjalankan tugas barunya sebagai Wamentan. Ia mengatakan, proses pengunduran dirinya dari TNI masih berjalan. Ketika ditanya mengenai statusnya sebagai Wakasad setelah dilantik menjadi Wamentan, Saleh menegaskan dirinya harus mundur dari jabatan tersebut.
"Ya, ya harus mundur," kata Saleh saat ditemui di kantor Kementan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Saat kembali ditanya apakah dirinya sudah mengajukan pengunduran diri, Saleh memastikan hal tersebut telah dilakukan.
"Iya, iya," ucapnya.
Saleh juga menyebut dirinya akan berstatus sebagai purnawirawan setelah proses pengunduran diri dari TNI selesai.
"Iya, harus sebagai purnawirawan," sebut dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian untuk sisa masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Kamis (1/10/2026).
Dapat Arahan Prabowo
Usai resmi menjadi Wamentan, Saleh mengatakan dirinya telah mendapat arahan untuk menjalankan tugas pemerintahan bersama Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.
Ketika ditanya mengenai tugas khusus dari Presiden Prabowo, Saleh mengatakan tugas tersebut berkaitan dengan agenda negara yang telah diarahkan kepada Kementerian Pertanian.
"Ya, tugas... semuanya tugas negara dari beliau yang sudah diperintahkan ke Pak Mentan dan saya sudah mendapat arahan. Tinggal kita laksanakan," kata Saleh.
Ia menyebut salah satu fokus yang akan dihadapi ke depan adalah memperkuat kedaulatan pangan. Menurutnya, pembukaan lahan dan peningkatan kesejahteraan petani juga menjadi bagian dari target yang akan dikerjakan.
"Ya mungkin kedaulatan pangan yang kita akan hadapi ke depan ya mungkin buka lahan tentunya ya. Buka lahan dan kesejahteraan petani juga mungkin akan menjadi target," ujarnya.
Terkait daerah yang akan menjadi tujuan kunjungan pertamanya sebagai Wamentan, Saleh mengatakan masih menunggu arahan dari Amran.
"Wah, ini kita tunggu arahan dari Pak Mentan," ucap dia.
Begitu pula dengan pembagian tugas antara dirinya dan Amran sebagai Menteri Pertanian.
Bukan Orang Baru di Dunia Pertanian
Sementara itu, eks Wamentan Sudaryono menilai Saleh Mustafa bukan sosok baru dalam urusan pertanian. Menurutnya, selama menjabat sebagai Wakasad, Saleh memiliki hubungan erat dengan berbagai kegiatan pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan.
Ia mengatakan TNI dan Polri selama ini turut terlibat dalam agenda swasembada pangan, sehingga Saleh sudah memiliki pengalaman berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian.
"Ya kami meyakini Pak Saleh, tentu saja sebagai Wamen baru dan dunia pertanian ini juga bukan hal yang baru buat Beliau. Selama menjadi Wakasad kan juga sangat erat komunikasi, kemudian kerjasamanya kan, karena TNI dan Polri dalam swasembada ini kan memang terlibat," ucap Sudaryono dalam kesempatan yang sama.
"Dan Mas Saleh salah satu sebagai Wakasad yang aktif, kemudian selama ini mem-follow up urusan-urusan pertanian dengan pimpinan, Pak Mentan. Jadi sebetulnya bukan orang lain lah Beliau di dunia pertanian, kira-kira gitu. Wah mantap," lanjutnya.
Saleh Mustafa merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki pengalaman panjang di kecabangan infanteri dan Korps Pasukan Khusus (Kopassus).
Pria kelahiran Ternate, Maluku Utara, 14 Maret 1969 ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991. Sepanjang kariernya di TNI, Saleh banyak mengemban sejumlah jabatan strategis di bidang infanteri dan Kopassus.
Pada 2012-2013, Saleh menjabat Dan Grup 1 Kopassus. Setelah itu, ia menjadi Asops Kasdam Iskandar Muda pada 2013-2015 dan Pasis Sesko TNI pada 2015-2016. Pada periode yang sama, ia juga dipercaya sebagai Pamen Ahli Kopassus Bidang Pendidikan dan Latihan.
Kariernya berlanjut dengan sejumlah posisi komando. Saleh menjadi Danrem 132/Tadulako pada 2016-2017, sebelum menjabat Wadanpussenif Kodiklat TNI AD pada 2017-2019. Ia kemudian dipercaya sebagai Kasdam Jayakarta pada 2019-2021.
Pada 2021, Saleh mendapat penugasan sebagai Kaskogabwilhan II. Setahun kemudian, ia diangkat menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih hingga 2023.
Saat menjadi Pangdam Cenderawasih, Saleh mendapat tugas menangani operasi pembebasan pilot Susi Air, Philip Mehrtens, warga negara Selandia Baru yang disandera TPNPB-OPM sejak Februari 2023. Philip akhirnya dibebaskan pada September 2024.
Saleh juga memiliki pengalaman dalam operasi di Poso. Ia pernah terlibat dalam Operasi Tinambola yang kemudian dikenal sebagai Operasi Madago Raya. Operasi yang melibatkan TNI dan Polri tersebut dimulai pada 2016 untuk menangkap dan menumpas jaringan Mujahidin Indonesia Timur.
Karier Saleh terus menanjak setelah kembali dari Papua. Pada 27 April 2023, ia dipercaya menjadi Pa Sahli Tk. III Kasad Bidang Sosbud Kum HAM dan Narkoba. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 15 Agustus 2023, ia dimutasi menjadi Kepala Staf Kostrad.
Saleh kemudian dipercaya menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad. Setelah itu, ia menduduki jabatan sebagai Irjen TNI dan menyandang pangkat jenderal bintang tiga.
Pada 15 Agustus 2025, Saleh diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Kini, setelah puluhan tahun berkarier di lingkungan militer, ia mendapat penugasan baru di pemerintahan sipil sebagai Wakil Menteri Pertanian.
(wur) [Gambas:Video CNBC]