MARKET DATA

Pasar Mobil Listrik di RI Melesat Dalam 4 Tahun, Angkanya Bikin Kaget

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
28 October 2026 14:35
Warga mengisi daya mobil listrik pada SPKLU PLN di kawasan Gambir, Jakarta, Jumat (9/10/2026), di tengah meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.  (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Kendaraan elektrifikasi semakin mendapat tempat di pasar otomotif Indonesia. Mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencatatkan peningkatan pangsa pasar dalam beberapa tahun terakhir, di tengah berkembangnya pilihan kendaraan listrik dan mobil hibrida.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai perkembangan pasar tersebut menjadi bagian penting dalam transformasi industri otomotif nasional. Pertumbuhan permintaan juga membuka ruang bagi produsen untuk memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

"Ini adalah ilustrasi mengenai populasi kendaraan listrik di Indonesia hingga 2026 ada 541.000 lebih kendaraan listrik di Indonesia, mencakup kendaraan roda dua, roda tiga, kendaraan penumpang, dan seterusnya," dalam Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/26).

Perubahan pasar terlihat dari meningkatnya kontribusi mobil listrik berbasis baterai. Mobil hibrida juga menjadi bagian dari perkembangan kendaraan elektrifikasi, dengan karakteristik teknologi dan kebutuhan penggunaan yang berbeda dari kendaraan listrik murni.

"Dari sisi pasar, kendaraan roda empat pangsa baterai BEV meningkat 0,99% di tahun 2022 menjadi 16,88% pada periode Januari hingga Agustus 2026, sementara hibrid meningkat menjadi 9,68%," ujar Faisol.

Kenaikan pangsa pasar membuka peluang bagi produsen otomotif untuk memperluas investasi dan memperkenalkan model baru. Namun, pertumbuhan permintaan juga perlu diikuti oleh kemampuan industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan produksi serta menyediakan komponen dengan tingkat kandungan lokal yang semakin tinggi.

Pemerintah telah menetapkan target TKDN kendaraan listrik secara bertahap. Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen untuk memastikan pertumbuhan pasar tidak hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga mendorong perkembangan industri manufaktur di dalam negeri.

"Kementerian Perindustrian telah menyiapkan kerangka kebijakan mendukung pengembangan industri kendaraan bermotor berbasis listrik. Salah satu instrumen pentingnya adalah pengaturan TKDN yang tercantum dalam peta jalan," sebutnya.

Pengembangan pasar juga membutuhkan investasi pada teknologi dan komponen utama. Baterai menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena memiliki peran penting dalam menentukan kemampuan produksi, biaya kendaraan, serta kedalaman rantai pasok industri listrik nasional.

Karena itu, pertumbuhan kendaraan listrik perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas industri dan kualitas produk. Keseimbangan antara permintaan pasar, investasi, dan kemampuan manufaktur menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan transformasi otomotif.

"Menjelang tahun 2027, kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan industri kendaraan listrik semakin memberikan manfaat bagi perekonomian nasional," kata Faisol.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Singkirkan Avanza dan Innova, Mobil China Ini Jadi Raja Jalanan RI


Most Popular
Features