CLOSE AD
MARKET DATA

Pelan-Pelan Pemerintah Ingin Tak Ada Lagi Mobil Bensin di RI, Ada Apa?

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
28 October 2026 11:45
Wamenperin Faisol Riza dalam Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/26). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Foto: Wamenperin Faisol Riza dalam Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/26). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai menyiapkan peta jalan jangka panjang untuk mengganti kendaraan berbahan bakar minyak dengan kendaraan listrik. Program ini akan dilakukan secara bertahap hingga 2060, dengan sepeda motor menjadi salah satu sasaran utama elektrifikasi pada tahap awal.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, perubahan tersebut membutuhkan perencanaan lintas sektor, mulai dari kesiapan industri otomotif, infrastruktur pengisian daya, hingga kemampuan pasokan listrik nasional. Pemerintah juga menyiapkan tahapan penerapan kendaraan listrik berdasarkan jenis dan kebutuhan pengguna.

"Kita juga sedang menyiapkan roadmap untuk kendaraan listrik hingga tahun 2060, di mana kita pelan-pelan akan mengganti semua kendaraan yang jumlahnya 170 juta lebih itu dengan kendaraan listrik yang diproduksi di tanah air kita," kata Faisol dalam Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/26).

Pada tahap pertama, pemerintah akan memprioritaskan kendaraan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari dan operasional bisnis. Penggunaan sepeda motor listrik diarahkan kepada kelompok pengguna dengan intensitas perjalanan tinggi, sehingga elektrifikasi bisa dimulai dari kebutuhan yang relatif terukur.

"Kita memiliki sasaran utama, sepeda motor sebagai prioritas utama. Pada tahun 2027 hingga 2030, kita akan memberikan fokus kendaraan motor listrik untuk kurir, ojek daring, armada perusahaan, kendaraan dinas, dan masyarakat di kota besar," kata Faisol.

Perluasan program akan dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan daerah dan ekosistem pendukungnya. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan produk, jaringan layanan, serta fasilitas pengisian daya agar penggunaan kendaraan listrik tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

"Lalu pada 2031 hingga 2035, kita akan memperluas ke seluruh provinsi di Tanah Air kita," ujarnya.

Selain sepeda motor, elektrifikasi juga menyasar angkutan umum dan mobil penumpang. Pemerintah akan mendorong penggunaan bus listrik pada koridor yang sudah siap, sekaligus memperluas pilihan mobil listrik yang diproduksi di dalam negeri.

Kendaraan niaga dan truk juga masuk dalam perencanaan tersebut, baik untuk penggunaan di jalan raya maupun di kawasan operasional khusus. Langkah ini berpotensi memperluas pasar kendaraan listrik sekaligus mendorong industri otomotif nasional mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan domestik.

"Untuk mobil penumpang, kami juga menyiapkan agar pada tahun 2027 hingga 2030 memperluas model EV yang diproduksi di dalam negeri, terutama untuk mobil atau kendaraan keluarga dan kendaraan kompak yang sesuai untuk kebutuhan di Indonesia," sebut Faisol.

Besarnya populasi kendaraan membuat proses elektrifikasi tidak bisa dilakukan sekaligus. Kesiapan teknologi, kapasitas produksi, daya beli masyarakat, serta infrastruktur pendukung akan menjadi faktor penting dalam menentukan kecepatan transisi.

"Begitu juga dengan kendaraan niaga dan truk, baik yang off-road maupun on-road, kita juga akan meminta perusahaan-perusahaan pengguna menyiapkan semua kendaraan listrik sebagai kendaraan angkut mereka," kata Faisol.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Fakta Mengejutkan Mobil Listrik Wajib TKDN 40%, Kondisinya Begini


Most Popular
Features