Poin-Poin Penting Menlu RI & Menlu Singapura "4 Mata", Apa Hasilnya?
Poin-Poin pernyataan Menlu Singapura ke Menlu RI
1.Komitmen Singapura ke Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Singapura Vivian mengatakan komitmen negerinya untuk Indonesia. Dirinya menyinggung hasil dari Retret Pemimpin Singapura-Indonesia baru-baru ini antara Perdana Menteri Lawrence Wong dan Prabowo.
"Jika Anda ingat, hal ini terjadi pada bulan Juli tahun ini, dan kami menandatangani 26 perjanjian, yang mencakup bidang, ekonomi, energi, pertahanan, kerja sama digital, lingkungan hidup, dan pengembangan sumber daya manusia," katanya.
"Hal ini mencerminkan agenda yang sangat luas untuk pengembangan strategis hubungan kita antara Indonesia dan Singapura, dan komitmen yang mendalam dari tingkat kepemimpinan ke bawah. Saya ingin menekankan bahwa Singapura mempunyai keyakinan penuh terhadap masa depan Indonesia," tambahnya.
2.Singapura Investor Asing Terbesar RI
Singapura juga menyinggung bagaimana negeri itu menjadi investor terbesar RI. Singapura tegasnya, telah menjadi investor asing terbesar di Indonesia sejak tahun 2014.
"Anda juga akan mengetahui investasi dari dana kekayaan negara kami ke Indonesia. Ini merupakan mosi percaya terhadap masa depan Indonesia," katanya.
"Kami ingin Indonesia berhasil, dan kami menginginkan hal ini karena masa depan kita saling berkaitan. Keberhasilan Singapura juga bergantung pada Indonesia yang sejahtera, stabil, dan damai. Indonesia adalah pilar utama bagi lingkungan sekitar, bagi ASEAN, dan bahkan bagi dunia," tegasnya.
3.Kabut Asap
Ia juga membernarkan bagaimana kedua negara membahas kabut asap. Dikatakannya bagaimana Singapura sangat setuju bahwa sebenarnya korban pertama dan utama kabut asap adalah warga negara Indonesia, khususnya yang berada di Kalimantan dan Sumatera.
"El Nino merupakan fenomena iklim alami, namun kabut asap bukanlah fenomena alam," tambahnya.
"El Nino adalah fenomena alam semula jadi (alami), kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan oleh aksi manusia, jadi kita ada tanggung jawab untuk menyelamatkan kesehatan semua orang, semua warga negara Indonesia dan Singapura," jelasnya.
"Oleh karena itu, saya berharap pemerintah Indonesia dan Singapura dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini."
4.Apresiasi Presiden Prabowo
Dalam kesempatan itu, Vivian mengapresiasi upaya Presiden Prabowo terkait kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan bahwa Prabowo sudah komitmen tegas untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan atas karhutla termasuk memprioritaskan pencegahan jangka panjang.
"Dan saya juga ingin memberikan penghormatan kepada ribuan personel darurat dan pemadam kebakaran Indonesia yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama beberapa minggu terakhir dalam keadaan yang sangat sulit dan berbahaya," ujarnya.
"Faktanya, saya tahu beberapa di antara mereka mengalami luka yang cukup parah, dan kami berdoa untuk kesembuhan mereka. Mereka adalah orang-orang yang berada di garis depan," tambahnya.
5.Satgas Gabungan
Vivian juga menyinggung Satgas Gabungan Bersama. Ia memberikan jaminan ke RI bahwa Singapura akan menerapkan setiap kekuatan hukum dan peraturan termasuk ekonomi yang lebih luas, untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan perusahaan di masa depan.
"Pak Tata mengusulkan pembentukan Satgas Gabungan," ujarnya.
"Singapura menyetujuinya, dan kami sebenarnya telah memberitahukan kepada semua perusahaan bahwa Satuan Tugas Gabungan akan memastikan adanya koordinasi tindakan dan pertukaran informasi yang sangat erat antara Indonesia dan Singapura, dan oleh karena itu kami berharap dampak pencegahan dari Satuan Tugas Gabungan ini akan membawa perbedaan," tambahnya
6.Singapura dan Indonesia Tetangga Dekat dan Mitra Lama
Dalam penutupan pernyataannya, Vivian mengatakan Singapura dan Indonesia adalah tetangga dekat dan mitra lama. Hubungan, jelasnya, dibangun atas dasar kepercayaan, saling menghormati dan kerjasama yang saling bermanfaat.
"Saya telah melakukan pertemuan dan dialog yang konstruktif dan tulus... Kita sepakat untuk mendokumentasikan hasil dan momentum positif dari Retret Pemimpin Singapura Indonesia antara Perdana Menteri Lawrence Wong dan Bapak Presiden Prabowo di bulan Juli tahun ini," katanya.
"Tentu saja, sebagai tetangga, kadang-kadang kita mempunyai pendapat yang berbeda. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita memahami perbedaan dan mengatasi tantangan bersama," katanya.
"Seperti peribahasa Indonesia, berat sama di piku, ringan sama di jinjing, yang mencerminkan semangat gotong royong saling membantu dan kerjasama bahkan di masa sulit sekalipun. Singapura sangat yakin terhadap masa depan Indonesia dan menginginkan Indonesia maju karena masa depan kita terpaut erat," tambahnya.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]