Kalah Pemilu-Ayah Terpidana, Anak Presiden Kabur ke AS atas Izin Trump
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah memberikan persetujuan secara langsung untuk mengizinkan senator Brasil, Flavio Bolsonaro, memasuki wilayah AS menyusul kekalahannya dalam pemilihan presiden pada hari Minggu lalu.
Mengutip CNN, Rabu (28/10/2026), para pejabat pemerintahan Trump pada Senin telah mengetahui bahwa Bolsonaro hanya memiliki waktu sekitar 24 jam untuk menyerahkan paspornya. Penasihat Trump menegaskan bahwa kandidat yang kalah tersebut telah dipastikan akan diizinkan masuk ke AS.
Dua pejabat AS sebelumnya juga membeberkan bahwa pihak AS saat ini tengah menerbitkan visa untuk Bolsonaro beserta keluarganya.
Seorang sumber terdekat menyebut sang politikus sangat takut ditangkap karena dirinya tengah diselidiki oleh pengadilan tertinggi Brasil atas dugaan korupsi, pencucian uang, dan penghindaran mata uang. Bolsonaro dilaporkan telah tiba di AS pada Selasa sore, meski lokasi pendaratannya dan apakah ia sempat berbicara langsung melalui telepon dengan Trump sebelum keberangkatannya masih belum jelas.
Bolsonaro diketahui melarikan diri dari Brasil setelah kalah mengejutkan dari Presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva. Meskipun Flavio pada awalnya sangat diunggulkan, Lula sukses mengalahkannya dengan meraup 4,4 juta suara lebih banyak pada putaran kedua pemilu.
Kepolisian Federal Brasil langsung membatalkan paspor Bolsonaro setelah ia gagal menyerahkannya sesuai perintah Hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes pada hari Senin dalam batas waktu 24 jam. Pihak media telah menghubungi Bolsonaro, partai politiknya, dan Kepolisian Federal Brasil untuk meminta komentar terkait keberadaannya.
Spekulasi tentang rute pelariannya sempat memuncak usai media Argentina, Infobae, melaporkan kandidat sekutu Trump itu pergi melalui Argentina, meskipun pemerintah Argentina membantah memiliki catatan masuknya Flavio ke negara tersebut.
Bolsonaro sebelumnya mengaku bahwa polisi telah memberitahunya secara tatap muka terkait larangan meninggalkan Brasil, di mana ia juga sempat membantah niatnya untuk melarikan diri dalam sebuah video Instagram pada hari Senin.
Pada saat keberangkatannya ke AS memang tidak ada surat perintah penangkapan, namun analis hukum menilai tindakan menentang perintah pengadilan untuk menyerahkan paspor sudah cukup menjadi dasar untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan tersebut.
Flavio kini menghadapi berbagai tuduhan, termasuk keterlibatan dengan platform taruhan daring ilegal dan produksi film biografi ayahnya berjudul "Dark Horse". Polisi federal meyakini proyek tersebut melibatkan aliran dana dari Banco Master, sebuah bank yang telah runtuh dalam skema mirip Ponzi senilai US$7 miliar atau sekitar Rp126,7 triliun tahun 2025.
Bolsonaro secara tegas membantah semua tuduhan itu.
Dengan kabur ke AS, Bolsonaro kini bergabung dengan komunitas besar kaum sayap kanan Brasil di pengasingan, termasuk saudaranya Eduardo, mantan kepala intelijen Alexandre Ramagem, dan pembuat podcast Paulo Figueiredo. Eduardo sebelumnya memang menyarankan Flavio pergi jika kalah, meski pada Selasa ia menyebut rumor pelarian saudaranya sebagai sebuah kebohongan.
Langkah Flavio ini secara langsung mencerminkan tindakan ayahnya, Jair Bolsonaro, yang melarikan diri ke Orlando, Florida selama tiga bulan usai kalah pada pemilu 2022. Selama masa itu, ratusan pendukungnya menyerbu pusat kekuasaan di ibu kota Brasília, merusak mahkamah agung, kongres, dan istana kepresidenan dalam serangan yang sangat mirip dengan insiden pemberontakan Gedung Capitol AS pada 2021.
Upaya Jair dan sekutunya untuk membatalkan hasil pemilu 2022 itu berujung pada vonis 27 tahun penjara bagi sang mantan presiden. Trump, selaku pendukung terkemuka keluarga Bolsonaro, sempat memberlakukan tarif pada Brasil sebagai respons atas kasus pidana Jair, dan pada awal minggu ini ia kembali mengeklaim tanpa bukti bahwa kemenangan Lula telah dicurangi.
Bolsonaro pada awalnya menolak mengakui kemenangan Lula dan menyatakan timnya akan meminta hasil pemilu dibatalkan. Namun, Partai Liberal akhirnya mengubah haluan beberapa hari kemudian, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Partai Liberal, Valdemar Costa Neto.
"Kami mengakui hasil pemilihan presiden, tetapi kami percaya masalah yang diangkat perlu diklarifikasi dengan benar," tuturnya.
Kepergian kandidat yang kalah tersebut nyatanya sangat mengejutkan internal partainya sendiri, mengingat modal politiknya yang besar.
"Kami terkejut karena kemarin kami berbicara tentang perlunya Flavio, mengingat sekitar 60 juta suara yang diterimanya, untuk mengambil peran kepemimpinan ini bagi oposisi," kata Marinho.
Menyikapi hal ini, Lula mengatakan kepada para pendukungnya pada hari Selasa bahwa pelarian Bolsonaro sangat memalukan dan lawannya itu seharusnya bisa tinggal di dalam negeri untuk melawan para penuduhnya di pengadilan.
"Sangat disayangkan, itulah keluarga Bolsonaro bagi Anda. Brasil adalah tanah air kedua mereka, tanah air pertama mereka adalah Amerika Serikat."
(tps/luc)