Menperin Ingatkan Pengusaha Gula Rafinasi Jangan Sampai Bocor ke Pasar

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Selasa, 27/10/2026 19:15 WIB
Foto: Menteri Perindustrian (Menperin), M Sarmuji, Selasa (27/10/2026). (Dok. Humas Kemenperin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai mengantisipasi kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ramadan, hingga Hari Raya. Periode tersebut berpotensi meningkatkan permintaan bahan baku, termasuk gula rafinasi yang digunakan dalam proses produksi berbagai produk makanan dan minuman.

Kesiapan pasokan menjadi penting untuk menjaga kelancaran produksi di tengah meningkatnya kebutuhan pasar. Selain memastikan ketersediaan bahan baku, pemerintah juga berupaya mendorong industri makanan dan minuman beroperasi lebih optimal.

"Kita membicarakan tentang antisipasi momentum beberapa hari besar yang mengumpul di beberapa bulan ke depan, yaitu Nataru, lalu bersambung dengan puasa dan Hari Raya. Tentu ini membutuhkan antisipasi, karena biasanya kebutuhan terhadap bahan baku industri dan terutama gula biasanya meningkat dengan momentum-momentum itu," ujar Menteri Perindustrian Sarmuji di Kemenperin, Selasa (27/10/26).


Kebutuhan tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar kegiatan produksi tidak terganggu saat permintaan meningkat. Ketersediaan gula rafinasi menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran operasional pabrik makanan dan minuman.

Sarmuji mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan pelaku industri gula rafinasi untuk menjaga ketersediaan bahan baku. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi industri dalam negeri.

"Kami berikan dukungan ketercukupan bahan baku, terutama untuk makanan dan minuman dari sisi penyediaan gula rafinasi," katanya.

Kementerian Perindustrian melihat masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi industri makanan dan minuman terhadap perekonomian nasional. Peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi diharapkan dapat mendorong aktivitas industri sekaligus memperkuat kontribusi sektor agro.

"Utilisasi sektor industri di agro, terutama makanan dan minuman, masih belum maksimal, masih sekitar 60-an persen," ujar Sarmuji.

Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu aspek yang perlu dijaga agar kapasitas industri dapat dimanfaatkan lebih optimal. Namun, pemenuhan kebutuhan tersebut tetap harus disertai pengawasan distribusi agar gula rafinasi tidak masuk ke pasar konsumsi.

"Kemenperin berkomitmen untuk memberikan dukungan ketercukupan bahan baku, terutama untuk makanan dan minuman dari sisi penyediaan gula rafinasi. Tapi kami juga minta dengan sangat kepada pengusaha supaya gula rafinasi ini tidak bocor ke sektor konsumen," tegasnya.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menperin: Industri Masih Punya Ruang Tumbuh