Internasional

Petaka Segera Hantam India, Ribuan Warga Dievakuasi

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 27/10/2026 17:40 WIB
Foto: Para wanita berlindung di bawah payung saat air pasang terjadi di tengah hujan dan angin kencang seiring mendekatnya Siklon Arnab, di Visakhapatnam, Andhra Pradesh, India, 27 Oktober 2026. (REUTERS/Ahamad Shaik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan orang dievakuasi di sepanjang pesisir timur India, Selasa (27/10/20206). Sejumlah layanan kereta api bahkan dibatalkan.

Hal ini terjadi sehari sebelum siklon dahsyat mencapai daratan negara itu, Rabu. Siklon Arnab diperkirakan akan membawa angin kencang serta hujan lebat.


Mengutip Reuters, Badan Meteorologi India menyatakan Siklon Arnab, yang terbentuk di atas Teluk Benggala, telah menguat sejak hari Senin. Badai tersebut diperkirakan akan mencapai daratan di negara bagian pesisir selatan, Andhra Pradesh, pada Rabu pagi, dengan membawa angin kencang dan hujan deras ke sebagian wilayah negara bagian tersebut serta negara bagian tetangga, Odisha.

"Hingga Senin malam, hampir 50.000 orang telah dipindahkan ke tempat penampungan dari wilayah-wilayah yang rentan, dari total sekitar 400.000 orang yang diperkirakan perlu dievakuasi," ujar Direktur Pelaksana Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Andhra Pradesh,Prakhar Jain, Prakhar Jain.

"Proses evakuasi masih terus berlangsung," tambahnya.

Meski demikian, belum ada evakuasi di Odisha. Tapi pemerintah negara bagian tersebut telah mengumumkan penutupan sekolah dan perguruan tinggi di lima distrik untuk hari Selasa dan Rabu.

Sementara itu, tayangan televisi memperlihatkan ombak yang menghantam pantai-pantai. Toko-toko di sepanjang jalan di wilayah terdampak tampak tutup.

Secara rinci, setidaknya 12 perjalanan kereta api di wilayah timur dibatalkan. Layanan kereta api di 53 rute di sepanjang pesisir selatan dihentikan untuk hari Selasa dan Rabu.

Teluk Benggala merupakan salah satu wilayah utama di dunia untuk siklon tropis, yang membuat pesisir timur India sangat rentan terhadap bencana cuaca yang berasal dari laut. Bursa saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Senin, dengan indeks Dow naik lebih dari seperempat persen.

Di sisi lain, di negara tetangga Nepal, pihak berwenang memperingatkan wisatawan agar tidak pergi ke daerah dataran tinggi. Kekhawatiran muncul bahwa Siklon Arnab dapat memicu hujan deras, badai salju, dan longsor salju di wilayah Himalaya, mulai Kamis malam hingga Sabtu.

Risiko ini muncul di saat negara pegunungan tersebut baru mulai pulih dari bencana banjir bandang mematikan pada bulan Agustus lalu. Peristiwa itu menelan sekitar 1.500 korban jiwa.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: El Nino Menguat, Indonesia Masuk Negara Paling Terdampak