Luhut Buka Suara soal Ekspor Gas RI ke Singapura
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara mengenai polemik penghentian ekspor gas Indonesia ke Singapura. Luhut menilai persoalan tersebut tidak perlu berujung pada konflik antara kedua negara, meski Indonesia harus memiliki posisi yang jelas dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Luhut mengatakan, penanganan persoalan ekspor gas tersebut berada di bawah kewenangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dievaluasi secara matang.
"Saya kira kita serahkan pada Menteri ESDM. Kan Menteri ESDM tadi sudah memberikan pernyataan. Saya kira ya perlu dievaluasi baik-baik dan saya kira Pak Bahlil sudah melakukan itu semua," ujar Luhut saat ditemui wartawan.
Ketika ditanya apakah penghentian ekspor gas tersebut berpotensi memicu konflik antara Indonesia dan Singapura, Luhut menepis kekhawatiran tersebut.
Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk memperuncing hubungan dengan Singapura. Namun, sebagai negara, Indonesia tetap perlu menunjukkan sikap yang tegas dalam mengambil kebijakan strategis, termasuk terkait pengelolaan sumber daya energi.
"Nggak juga saya kira. Sebenarnya kita ngapain berkelahi sama Singapura, kan enggak ada juga. Tapi kita juga sebagai negara harus juga punya posisi yang jelas," kata Luhut.
Ia mengungkapkan telah berbicara dengan Bahlil mengenai persoalan tersebut. Dalam komunikasi itu, menurut Luhut, Bahlil telah menyampaikan perhatian pemerintah terkait isu ekspor gas.
Lebih lanjut, Luhut menekankan pentingnya evaluasi dari dalam negeri agar Indonesia dapat memperkuat posisi dan kebijakannya ke depan.
Ia juga menyinggung arahan Presiden yang dinilainya telah memberikan garis kebijakan yang jelas. Menurut Luhut, pandangan Indonesia perlu turut diperhatikan oleh negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
"Saya kira Presiden sudah memberikan arahan yang jelas. Dan Presiden sebagai kepala negara yang cukup senior di ASEAN ini saya kira juga perlu didengar pendapatnya oleh teman-teman dari negara-negara ASEAN," tegasnya.
(haa/haa)