CLOSE AD
MARKET DATA

Kemenhub Umumkan Truk Barang Jenis Ini Dibatasi saat Libur Nataru

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
27 October 2026 10:45
Truk melintas di Jalan Tol Lingkar Luar, Jakarta, (19/5/2025). Rencana pemerintah untuk menertibkan truk over dimension over load (ODOL) mulai menunjukkan hasil. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudh
Foto: Truk melintas di Jalan Tol Lingkar Luar, Jakarta, (19/5/2025). Rencana pemerintah untuk menertibkan truk over dimension over load (ODOL) mulai menunjukkan hasil. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegaskan Indonesia bebas truk ODOL pada tahun depan atau 2026 mendatang. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan pembatasan operasional angkutan barang selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Truk bersumbu tiga ke atas akan dibatasi operasionalnya mulai H-7 hingga H+7, dengan pengecualian untuk angkutan kebutuhan pokok dan energi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan mengatakan pembatasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama periode libur akhir tahun. Kebijakan itu akan dibahas bersama para pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi.

"Nanti di dalam SKB itu ada pembatasan, ya. Pembatasan angkutan barang itu pasti ada kita lakukan, karena volume kendaraan pasti akan meningkat," kata Aan kepada wartawan dalam diskusi bersama Forwahub di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dia menjelaskan, pembatasan sementara direncanakan berlangsung selama 14 hari, yakni tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah periode puncak. Kemenhub juga tidak akan menerapkan window time atau waktu operasional khusus bagi kendaraan angkutan barang yang dibatasi.

"Karena window time itu akhirnya menyulitkan para petugas di lapangan. Jadi, kita tidak memberlakukan window time," ujarnya.

Meski demikian, ada pengecualian bagi angkutan barang tertentu. "Ada pengecualian untuk angkutan sembako, BBM, gas," lanjut dia.

Selain pembatasan angkutan barang, Kemenhub menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way di jalan tol maupun arteri. Sejumlah pelabuhan alternatif juga disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan penyeberangan.

Di lintasan Merak-Bakauheni, alternatif yang disiapkan antara lain Pelabuhan BBJ dan Ciwandan. Sementara untuk jalur Ketapang-Gilimanuk, Kemenhub menyiapkan sejumlah opsi, termasuk Celukan Bawang, Benoa, Padangbai, Dermaga Jangkar Situbondo, dan Tanjung Wangi di Banyuwangi.

Kemenhub juga berkoordinasi dengan ASDP dan BUMN untuk menyiapkan buffer zone di sepanjang Situbondo hingga Banyuwangi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan di jalur penyeberangan selama libur Nataru.

Aan menambahkan, masyarakat juga diimbau mengantisipasi kondisi cuaca yang tidak menentu selama periode libur akhir tahun.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Siapkan Stimulus Tiket Pesawat di Nataru 2026/2027


Most Popular
Features