CLOSE AD
MARKET DATA

Banyak KRL Ditarik dari Operasi, Kemenhub Tegas Minta INKA Benahi

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
26 October 2026 19:05
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono saat diskusi Forwahub di Jakarta, Senin (26/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono saat diskusi Forwahub di Jakarta, Senin (26/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA segera memperbaiki dan menyempurnakan kualitas kereta rel listrik (KRL) produksinya yang mengalami masalah operasional. Hal ini menyusul sejumlah rangkaian KRL INKA yang harus ditarik dari layanan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan, pihaknya terus mengikuti evaluasi teknis bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan INKA. Perbaikan diperlukan agar kereta yang dioperasikan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan.

"Sama seperti yang dilakukan oleh PT KAI, apabila memang tidak layak beroperasi, pada hari tertentu kan tidak dioperasikan ya. Ini tentunya kita juga mengikuti pembahasan evaluasi teknis bersama PT KAI maupun PT INKA. Ya hal-hal yang perlu diperbaiki, disempurnakan, harapan kami ya segera disempurnakan," ujar Allan kepada wartawan dalam diskusi Forwahub di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurut Allan, pemerintah memahami kebutuhan masyarakat terhadap layanan KRL yang memadai. Namun, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasian armada, sehingga kereta yang belum memenuhi persyaratan tidak dapat dipaksakan untuk melayani penumpang.

"Memang terkait kebutuhan pelayanan kami sangat memahami, tapi kami juga perlu pastikan bahwa kereta yang beroperasi itu kan layak beroperasi," ujarnya.


Sebelumnya, KAI menarik tujuh rangkaian KRL seri iE305 atau CLI-225 produksi INKA dari operasional pada September 2026 untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Penarikan dilakukan setelah ditemukan masalah pada komponen rangka bawah salah satu rangkaian yang berkaitan dengan aspek keselamatan. Pemeriksaan kemudian dilakukan terhadap rangkaian lain yang menggunakan komponen dari tempat dan batch produksi yang sama.

Proses perawatan tersebut sempat berdampak pada jadwal perjalanan Commuter Line, khususnya lintas Bogor-Jakarta. Pada awal September, KAI Commuter mengurangi jumlah perjalanan harian dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan akibat perawatan rangkaian KRL.

Memasuki Oktober, persoalan teknis pada KRL INKA masih menjadi perhatian. KAI Commuter menyampaikan bahwa tujuh rangkaian yang menjalani perawatan telah kembali beroperasi pada 6 Oktober, tetapi masih terdapat sejumlah catatan teknis yang harus ditindaklanjuti INKA. Pada 16 Oktober, dua rangkaian yang masih menjalani perbaikan di Depo Bukit Duri turut berdampak pada pembatalan tujuh perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota.

Allan menegaskan, operator maupun produsen harus memastikan kereta yang digunakan masyarakat sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dan diuji Kemenhub.

"Kita berharap kereta rel listrik yang diproduksi dan dioperasikan itu sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditentukan dan juga telah diuji oleh Kementerian Perhubungan. Jadi itu yang kita jaga, bahwa operator maupun produsen ya harus tunduk kepada spesifikasi teknis yang sudah disepakati bersama," tegasnya.

Ia juga berharap evaluasi yang berjalan dapat segera menghasilkan perbaikan agar armada kembali memenuhi standar kelayakan operasi. Di sisi lain, Kemenhub meminta percepatan pengadaan KRL tambahan untuk mengatasi kebutuhan kapasitas yang terus meningkat, terutama pada jam sibuk.

"Jadi terkait KRL memang kami sangat prihatin bahwa banyak kereta beberapa minggu terakhir perlu di-recall. Karena itu mengurangi kapasitas pelayanan. Tapi apa boleh buat, yang perlu kita pastikan kan kelayakan operasi dari alat transportasi tersebut. Kita juga tidak ingin alat transportasi yang tidak layak melayani penumpang. Nah ini tentunya kami juga sangat berharap operator untuk mempercepat pengadaan KRL sesuai komitmen," pungkas Allan.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article KRL CLI-225 Sering Gangguan, INKA Minta Maaf dan Bilang Ini


Most Popular
Features