CLOSE AD
MARKET DATA

Tingkat Pengangguran RI Turun ke 4,65%, Terendah Lebih dari 30 Tahun?

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
27 October 2026 10:00
Profil Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (Dok. ekon.go.id)
Foto: Profil Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (Dok. ekon.go.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65% pada Mei 2026. Meski menunjukkan perbaikan, jumlah angkatan kerja yang belum terserap pasar kerja masih mencapai sekitar 7,22 juta orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah bekerja, sedangkan sisanya belum terserap ke dunia kerja.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, penurunan TPT mencerminkan perkembangan positif indikator ketenagakerjaan nasional yang sejalan dengan penguatan sejumlah variabel ekonomi makro.

"Pemerintah terus memantau dinamika ketenagakerjaan sebagai salah satu indikator utama kesejahteraan masyarakat dan efektivitas kebijakan ekonomi. Capaian TPT 4,65% ini mencerminkan keberhasilan berbagai program dorongan sektor riil dan investasi dalam memfasilitasi kebutuhan pasar kerja," ujar Haryo dalam keterangan resmi.

BPS mencatat, TPT pada Mei 2026 sebesar 4,65%, turun 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68%. Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja bertambah sekitar 497 ribu orang, sedangkan jumlah penduduk bekerja meningkat sekitar 522 ribu orang.

Kemenko Perekonomian menyebut capaian TPT sebesar 4,65% pada 2026 mendekati level terendah yang tercatat pada 1994, yakni 4,36%.

Capaian tersebut dinilai signifikan karena jumlah angkatan kerja Indonesia saat ini telah mencapai 155,41 juta orang, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan sekitar 83,32 juta orang pada era 1990-an, menurut data yang disampaikan dalam rilis Kemenko Perekonomian.

Sebagai perbandingan historis, tingkat pengangguran Indonesia sempat mencapai 11,24% pada 2005. Sementara itu, pada masa pandemi Covid-19 pada 2020, TPT tercatat sebesar 7,07%.

Kemenko Perekonomian menilai tren penurunan pengangguran tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi serta peningkatan daya serap industri dan investasi.

Meski demikian, penurunan tingkat pengangguran belum serta-merta menunjukkan seluruh persoalan pasar kerja telah teratasi. Dengan jutaan orang masih belum terserap, penciptaan lapangan kerja tetap menjadi tantangan bagi perekonomian nasional.

Haryo mengatakan, pemerintah tidak hanya berupaya mempertahankan tingkat pengangguran pada level rendah, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja agar penyerapan tenaga kerja berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah langkah yang menjadi fokus pemerintah antara lain penguatan pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan atau upskilling, serta optimalisasi utilisasi industri.

"Fokus kita bukan hanya mempertahankan angka pengangguran di tingkat rendah, tetapi juga memastikan penyerapan tenaga kerja yang berkualitas serta berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat," pungkas Haryo.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Menaker Kasih Peringatan Tegas, Larang Magang Nasional Dijadikan Ini


Most Popular
Features