Badai Hantam Eropa: Inggris-Prancis-Jerman Kena, Penerbangan Kacau
Jakarta, CNBC Indonesia - Badai musim gugur menerjang sejumlah wilayah Eropa pada Minggu waktu setempat. Petaka ini menewaskan seorang pria, memutus aliran listrik bagi lebih dari 150.000 rumah, serta mengganggu penerbangan, perjalanan darat, dan jaringan telepon seluler.
Menurut laporan AFP, Senin (26/10/2026), badai Boelo dan Austen melanda Eropa utara dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Dampaknya terasa di Skotlandia, Inggris, Prancis, Jerman, serta sejumlah wilayah di Belanda dan Belgia.
Badai tersebut membawa angin kencang yang merobohkan pepohonan, merusak infrastruktur, dan menyebabkan gangguan transportasi. Otoritas di sejumlah wilayah juga mengeluarkan peringatan risiko banjir.
Skotlandia
Seorang pria tewas setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat badai di wilayah barat daya Skotlandia. Di wilayah Argyll and Bute, Skotlandia bagian barat, kecepatan angin tercatat mencapai 84 mil per jam atau sekitar 135 kilometer per jam.
Pohon tumbang dan kabel listrik yang putus menghalangi sejumlah jalan serta jalur kereta di Skotlandia. Otoritas juga memperingatkan potensi banjir di sejumlah wilayah Skotlandia menyusul cuaca buruk tersebut.
Inggris
Di Inggris, lebih dari 82.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik akibat rangkaian badai tersebut. Asosiasi jaringan energi Inggris, Energy Networks Association, menyebut lebih dari 400.000 rumah sempat kehilangan pasokan listrik pada suatu waktu selama badai berlangsung.
Dampak badai juga terlihat di pesisir selatan Inggris. Sebagian struktur dermaga Brighton yang sudah tidak digunakan sejak kebakaran pada 2003 dilaporkan terlepas akibat badai Austen pada Jumat.
Selain gangguan listrik dan kerusakan infrastruktur, penerbangan di Inggris bagian utara dan Skotlandia turut terdampak. Peringatan risiko banjir juga dikeluarkan untuk sejumlah wilayah di Inggris.
Prancis
Di Prancis, perusahaan energi Enedis menyatakan sekitar 288.000 rumah sempat kehilangan listrik pada puncak badai Austen pada Sabtu. Hingga Minggu siang waktu setempat, sekitar 59.000 rumah masih belum mendapatkan pasokan listrik, terutama di wilayah Normandia dan Bretagne.
Enedis mengerahkan sekitar 2.600 teknisi dan pekerja kontraktor untuk memulihkan aliran listrik. Angin kencang juga mengganggu kegiatan olahraga di Kota Lille, Prancis utara.
Seorang pelari mengalami luka ringan akibat pohon yang tumbang di dekat garis start maraton kota tersebut. Maraton Lille tahun ini menjadi penyelenggaraan pertama dalam 31 tahun terakhir.
Jerman
Di Jerman, badai Austen menyebabkan sedikitnya 10.000 rumah di sekitar Kota Freiburg im Breisgau, wilayah barat daya negara itu, kehilangan listrik pada Minggu. Pemadaman tersebut turut mengganggu jaringan telepon seluler.
Rumah sakit utama di kota itu menyatakan harus membatasi pelayanan dan memprioritaskan pasien dalam kondisi darurat. Sementara itu, dua orang mengalami luka serius pada Sabtu setelah perancah bangunan diterbangkan angin ketika berlangsungnya pasar musim gugur di Kota Nastatten, menurut kepolisian setempat.
Badan meteorologi Jerman, DWD, memperkirakan angin kencang masih berpotensi melanda pesisir utara negara itu pada Minggu. Angin memiliki kecepatan hingga 100 kilometer per jam.
Penerbangan Kacau
Sementara itu, dampak badai juga meluas ke sektor penerbangan. Ratusan penerbangan di Eropa utara dibatalkan atau dialihkan akibat cuaca buruk.
Bandara Schiphol Amsterdam, salah satu pusat penerbangan tersibuk di Eropa, membatalkan puluhan penerbangan pada Minggu. Berdasarkan penghitungan AFP dari situs bandara, sekitar 90 penerbangan tercatat dibatalkan, terutama untuk rute menuju kota-kota Eropa seperti Paris, Roma, dan Dublin.
Puluhan penerbangan yang dijadwalkan mendarat di Schiphol juga dibatalkan.
Di Belgia, pohon tumbang akibat badai pada Sabtu melukai empat orang di Brussel. Belanda juga termasuk wilayah yang terdampak cuaca buruk tersebut.
Badai besar ini menjadi salah satu rangkaian badai musim gugur pertama yang melanda Eropa tahun ini. Para ahli sebelumnya memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat meningkatkan risiko kejadian cuaca ekstrem
(sef/sef)