Ini Syarat Dapat Rekening Gratis Isi Rp50 Ribu dari Prabowo

Dovana Hasiana, CNBC Indonesia
Jumat, 23/10/2026 17:20 WIB
Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria untuk menentukan masyarakat yang berhak menerima pembukaan rekening gratis. Kriteria itu misalnya Warga Negara Indonesia berusia di atas 17 tahun yang belum memiliki rekening. Selain itu, mereka harus berasal dari desil satu hingga empat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan mereka nantinya bakal ditargetkan menjadi sasaran dari program satu orang satu rekening tersebut. Dalam hal ini, pemerintah juga bakal menyediakan setoran awal Rp50.000 bagi penerima rekening gratis tersebut.


"Pokoknya 17 tahun ke atas, yang dia tidak memiliki rekening, diimbau punya rekening, yang pemancingnya Rp50.000 itu," ujar Tito kepada awak media, dikutip Jumat (23/10/2026).

Tito mengatakan cikal bakal program ini karena Presiden Prabowo menyampaikan terdapat transaksi yang tidak tercatat di sistem perbankan Indonesia. Hal ini turut mempengaruhi tingkat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat akses dan literasi keuangan masyarakat agar transaksi keuangan melalui sistem perbankan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran program satu orang satu rekening turun 66,32% menjadi hanya Rp1,28 triliun pada 2026. Sedianya, pemerintah harus merogoh kocek Rp3,8 triliun demi pembukaan rekening gratis bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dari usia 17 tahun.

Airlangga mengatakan telah melakukan pemeriksaan silang terhadap target penerima program ini. Hasilnya, pemerintah hanya menemukan 25 juta WNI di desil satu sampai empat dari usia 17 tahun yang belum memiliki rekening. Angka ini berkurang drastis dari sasaran awal sebanyak 74 juta WNI.

"Ya karena jumlahnya kita lihat dari yang umur 17 dan yang belum punya rekening kita pemeriksaan silang datanya. Dari desil satu sampai empat yang belum punya rekening jadi kita sisir datanya," ujar Airlangga kepada awak media, Kamis (22/10/2026).

Anggaran sebesar Rp1,28 triliun dibutuhkan karena pemerintah menyiapkan setoran awal Rp50.000 bagi masyarakat yang belum memiliki rekening. Menurut Airlangga, data penerima akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pelaksanaan program akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI.


(mij/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Program Rekening Gratis Dimulai, Pemerintah Gelontorkan Rp11 T