150.000 Orang Turun ke Jalan Ibu Kota, Mahasiswa Tantang Penguasa
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 150.000 orang memadati pusat Kota Beograd, Serbia, dalam unjuk rasa besar yang digerakkan mahasiswa menjelang pemilihan parlemen krusial pada Minggu. Aksi ini menjadi tantangan serius bagi Presiden Aleksandar Vucic dan Partai Progresif Serbia (SNS) yang telah berkuasa sejak 2012.
"Saya datang untuk mendukung 'Daftar Mahasiswa' karena kaum muda akhirnya memberi saya harapan bahwa hidup di negara yang normal itu mungkin terwujud," kata Marija Nedeljkovic Radic, 47 tahun, kepada AFP, dikutip Jumat (23/10/2026).
"Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya percaya bahwa hal itu mungkin terjadi," tegasnya.
Menurut kelompok pemantau independen Archive of Public Gatherings, jumlah peserta aksi pada Kamis malam mencapai sekitar 150.000 orang. Massa membawa bendera bertuliskan "Mahasiswa Sedang Menang", meneriakkan yel-yel, dan berkumpul di Alun-alun Slavija. Gerakan Student List mengusung kandidat-kandidat yang didukung mahasiswa untuk mengakhiri dominasi SNS selama lebih dari 14 tahun.
Gelombang protes mahasiswa bermula setelah kanopi stasiun kereta api Novi Sad yang baru direnovasi runtuh pada 2024 dan menewaskan 16 orang. Tragedi yang memicu kemarahan publik itu secara luas dikaitkan dengan dugaan korupsi, lalu berkembang menjadi gerakan antikorupsi yang menuntut penyelidikan transparan dan pemilihan umum lebih awal.
Di hadapan massa, Jugoslav Gasic, profesor universitas sekaligus salah satu dari 250 kandidat Student List, mengecam pemerintahan yang menurutnya lebih mengutamakan kepentingan partai.
"Kami mengakhiri 14 tahun penghinaan, kekacauan, dan pengkhianatan, serta dekade-dekade di mana kepentingan pribadi dan partai ditempatkan di atas kepentingan Anda," ujarnya.
Vucic, yang mendominasi politik Serbia selama lebih dari satu dekade, tetap menantang gerakan mahasiswa tersebut. Berbicara di hadapan pendukungnya pada Kamis, ia menuduh gerakan itu sebagai upaya kudeta yang didanai pihak asing.
"Mari kita maju dan kalahkan mereka! Kalahkan mereka dengan telak!" seru Vucic, yang sebelumnya mengumumkan pemilihan lebih awal di tengah tekanan protes.
Menjelang pemungutan suara, 24 organisasi masyarakat sipil memperingatkan bahwa kondisi untuk menggelar pemilihan yang bebas dan adil belum terpenuhi. Mereka menyoroti dugaan intimidasi, penangkapan, serangan, penyalahgunaan sumber daya publik, serta lingkungan media yang tidak sehat. Pada Rabu, jaksa di Beograd juga memeriksa enam orang yang ditangkap karena diduga merencanakan kekerasan dan kerusuhan pada hari pemilihan.
Meski hasil pemilu sulit diprediksi karena Serbia tidak memiliki lembaga jajak pendapat independen yang dapat diandalkan, gerakan mahasiswa berharap dukungan publik berbuah di kotak suara.
"Penting bagi kita semua untuk hadir di sini guna menyampaikan pesan cinta dan perdamaian, serta untuk bertemu kembali pada tanggal 25 nanti di tempat pemungutan suara," kata Igor, salah seorang peserta aksi.
(tfa/sef)