Alasan Anggaran Rekening Gratis Turun Drastis Jadi Rp1,28 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara mengenai alasan anggaran program satu orang satu rekening turun 66,32% menjadi hanya Rp1,28 triliun pada 2026. Sedianya, pemerintah harus merogoh kocek Rp3,8 triliun demi pembukaan rekening gratis bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dari usia 17 tahun.
Airlangga mengatakan telah melakukan pemeriksaan silang terhadap target penerima program ini. Hasilnya, pemerintah hanya menemukan 25 juta WNI di desil satu sampai empat dari usia 17 tahun yang belum memiliki rekening. Angka ini berkurang drastis dari sasaran awal sebanyak 74 juta WNI.
"Ya karena jumlahnya kita lihat dari yang umur 17 dan yang belum punya rekening kita pemeriksaan silang datanya. Dari desil satu sampai empat yang belum punya rekening jadi kita sisir datanya," ujar Airlangga kepada awak media, Kamis (22/10/2026).
Anggaran sebesar Rp1,28 triliun dibutuhkan karena pemerintah menyiapkan setoran awal Rp50.000 bagi masyarakat yang belum memiliki rekening. Menurut Airlangga, data penerima akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pelaksanaan program akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BSI.
"Kami siapkan satu orang satu rekening. Inklusivitas keuangan mendekati 99%, naik dari 93% menjadi 99% untuk 25 juta warga desil 1, di atas 17 tahun," ujar Airlangga.
(dce)