RI-China Kerja Sama Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulawesi
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan Indonesia dan China menjajaki pengembangan energi surya untuk memasok kebutuhan listrik kawasan industri di Sulawesi Tengah. Kerja sama ini mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh).
Mengutip Xinhua, Kamis (22/10/2026), PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) menggandeng GEM Co., Ltd., perusahaan asal China. Ini tertuang dalam dua nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) ditanda-tangani Dayabumi Energi dan International Green Industrial Park (IGIP) serta Dayabumi Energi dan PT QMB New Energy Materials Indonesia, Selasa.
Chairman GEM Group Prof. Xu Kaihua menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus mempromosikan proyek energi terbarukan berkapasitas 100 gigawatt (GW). Xu menyebut penandatanganan itu merupakan langkah nyata bagi perusahaan China dan Indonesia untuk bekerja sama melaksanakan proyek strategis nasional tersebut.
"Melalui kolaborasi dengan Dayabumi Energi, kami ingin memperluas pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan kawasan industri sekaligus mendorong transformasi menuju industri yang lebih rendah karbon," ujar Xu.
PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Dok. Xinhua) Foto: PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Dok. Xinhua) |
Adapun, pembangunan IGIP yang dipimpin oleh GEM direncanakan memiliki luas 1.500 hektare dengan total investasi akan mencapai lebih dari US$10 miliar (Rp180,06 triliun). Penandatanganan kerja sama dasar energi hijau itu mengindikasikan bahwa jalur nol karbon IGIP telah berkembang menjadi membangun bersama dengan mitra Indonesia.
QMB sendiri, telah beroperasi selama empat tahun di RI. Perusahaan menyebut, energi ramah lingkungan akan menjadi bagian penting dalam memangkas biaya operasional di masa mendatang.
Gambar rendera IGIP. (Dok. Xinhua) Foto: Gambar rendera IGIP. (Dok. Xinhua) |

