Efek Prabowo Tertibkan Timah, Asing Ketar-Ketir!
Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya pemertintahan Presiden RI Prabowo Subianto menertibkan aktivitas penambangan liar dan jaringan penyelundupan timah nasional mulai berdampak luas hingga ke pasar internasional. Penutupan akses pasokan timah ilegal dari Indonesia membuat perusahaan-perusahaan di luar negeri saat ini mulai kesulitan mendapatkan bahan baku timah.
Eks Menteri Keuangan periode 1998 Fuad Bawazier mengungkapkan bahwa industri di luar negeri selama ini secara sadar menampung dan bergantung pada pasokan timah ilegal hasil penyelundupan dari Indonesia. Penertiban masif yang dilakukan pemerintah saat ini secara langsung menghentikan aliran bahan baku colongan tersebut ke pasar global.
"Pertama, luar negeri mulai pada kelihatannya perusahaannya mulai kesepian bahan bakunya, mulai habis barang colongan," ujar Fuad dalam Podcast Cuap Cuap Cuan CNBC Indonesia, dikutip Kamis (22/10/2026).
Fuad memaparkan bahwa pihak asing selama ini menikmati keuntungan dari lemahnya tata kelola dan penegakan hukum sektor timah di Indonesia. Pasokan timah hasil penambangan tanpa izin di dalam negeri dengan mudah diserap oleh industri luar negeri untuk memenuhi kebutuhan produksi mereka.
"Luar negerinya makmur kan? Negeri lain itu menerima barang colongan juga, dia tahu itu barang colongan dari Indonesia. Siapa yang bilang enggak tahu? Mereka itu menjaga hukum negerinya, tapi kalau ini ada barang penyelundupan masuk, masuk, masuk! Terus begitu, bongkar," katanya.
Penertiban yang dilakukan pemerintahan Prabowo dinilai membawa perubahan pada industri timah nasional. Selain memicu kelangkaan pasokan bahan baku ilegal di luar negeri, penutupan sekitar 1.000 titik tambang ilegal di Bangka Belitung berhasil memulihkan kinerja keuangan BUMN timah.
Langkah pembersihan tersebut mendongkrak penjualan dan keuntungan PT Timah Tbk hingga 9 kali lipat, serta meningkatkan nilai kapitalisasi pasar aset perusahaan hingga 280%. Penegakan kedaulatan atas sumber daya alam ini memastikan potensi ekonomi timah nasional kini sepenuhnya masuk ke kas negara dan tidak lagi dinikmati oleh jaringan pasar gelap internasional.
"Setelah ditertibkan luar biasa ya, itu nertibinnya dipikir gampang? Maknamya alhamdulillah ya kan? Asetnya nilainya jadi kapitalisasi naik semuanya, penjualannya naik, semuanya mungkin bisa 9 kali 10 kali lipat," tandasnya.
Prabowo berantas tambang ilegal timah
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan bahwa langkah penertiban pertambangan ilegal (PETI) khususnya untuk komoditas timah sudah membuahkan hasil.
Dalam catatannya, PT Timah Tbk (TINS) sudah mencatatkan peningkatan kinerja keuangan secara signifikan dengan keuntungan melonjak hingga 900% atau sembilan kali lipat pada semester pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama para Jurnalis Senior dan Pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).
"Penyelundupan, sekian puluh tahun penyelundupan timah dari Bangka berjalan. Tapi dengan kebijakan kita, kita tutup penyelundupan, kita hentikan berapa ratus tambang ilegal di Bangka, PT Timah sekarang untung! Untungnya Anda mungkin enggak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali! 900%!" kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan pemulihan kinerja PT Timah merupakan dampak dari ketegasan penegakan hukum dan penutupan celah kebocoran kekayaan negara yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Langkah pembenahan tata kelola tersebut secara langsung memulihkan potensi pendapatan BUMN.
"Iya kan? Karena kita tegakkan aturan. Coba ini sudah berjalan berapa puluh tahun?," imbuhnya.
Prabowo menyebutkan bahwa pemulihan kinerja keuangan PT Timah menjadi bukti bahwa perbaikan tata kelola serta kepemimpinan yang bersih mampu mengubah BUMN dari kondisi rugi menjadi menguntungkan dalam waktu singkat.
Pihaknya menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintah maupun direksi BUMN berkomitmen kuat untuk menghentikan segala bentuk praktik penyelewengan atau pencurian aset negara.
"Kenapa? Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau pat-guli-pat, kita tidak mau mencuri dari negara! Ini intinya itu. Jadi ini pun di luar harapan saya, gitu loh. Jadi saya optimistis," tegas Prabowo.
Selain penertiban di sektor pertambangan timah, pemerintah juga terus menertibkan ribuan tambang ilegal lainnya serta melakukan pembenahan struktur BUMN guna mencegah kebocoran anggaran dan meningkatkan penerimaan dividen bagi negara.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]