Aksi Prabowo Berantas Penyelundupan! PT Timah Untung 900%
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan bahwa langkah penertiban pertambangan ilegal (PETI) khususnya untuk komoditas timah sudah membuahkan hasil.
Dalam catatannya, PT Timah Tbk (TINS) sudah mencatatkan peningkatan kinerja keuangan secara signifikan dengan keuntungan melonjak hingga 900% atau sembilan kali lipat pada semester pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam dialog bersama para Jurnalis Senior dan Pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).
"Penyelundupan, sekian puluh tahun penyelundupan timah dari Bangka berjalan. Tapi dengan kebijakan kita, kita tutup penyelundupan, kita hentikan berapa ratus tambang ilegal di Bangka, PT Timah sekarang untung! Untungnya Anda mungkin enggak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali! 900%!" kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, keberhasilan pemulihan kinerja PT Timah merupakan dampak dari ketegasan penegakan hukum dan penutupan celah kebocoran kekayaan negara yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Langkah pembenahan tata kelola tersebut secara langsung memulihkan potensi pendapatan BUMN.
"Iya kan? Karena kita tegakkan aturan. Coba ini sudah berjalan berapa puluh tahun?," imbuhnya.
Prabowo menyebutkan bahwa pemulihan kinerja keuangan PT Timah menjadi bukti bahwa perbaikan tata kelola serta kepemimpinan yang bersih mampu mengubah BUMN dari kondisi rugi menjadi menguntungkan dalam waktu singkat.
Pihaknya menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintah maupun direksi BUMN berkomitmen kuat untuk menghentikan segala bentuk praktik penyelewengan atau pencurian aset negara.
"Kenapa? Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau pat-guli-pat, kita tidak mau mencuri dari negara! Ini intinya itu. Jadi ini pun di luar harapan saya, gitu loh. Jadi saya optimistis," tegas Prabowo.
Selain penertiban di sektor pertambangan timah, pemerintah juga terus menertibkan ribuan tambang ilegal lainnya serta melakukan pembenahan struktur BUMN guna mencegah kebocoran anggaran dan meningkatkan penerimaan dividen bagi negara.
Kinerja TINS Semester I-2026
PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mencatat laba bersih hingga semester I tahun 2026 naik 805% menjadi sebesar Rp 2,71 triliun. Capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang melesat sebesar 147% sebesar Rp10,42 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp4,22 triliun.
Direktur Produksi dan Komersial PT TIMAH (Persero) Tbk. Ilhamsyah Mahendra mengatakan, peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan serta meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif.
"Melihat capaian semester I dari sisi penjualan dan kinerja operasi, Perseroan sangat optimistis bahwa produktivitas akan terus tumbuh konsisten hingga akhir tahun 2026," ujarnya dalam Public Expose secara virtual, dikutip Jumat (11/9/2026).
Di sisi operasional, produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn (naik 75% YoY), sedangkan produksi logam timah tumbuh 58% menjadi 10.865 metrik ton Sn. Volume penjualan logam timah juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 85% menjadi 10.984 metrik ton dengan rata-rata harga jual (ASP) sebesar USD49.794 per metrik
ton.
Kondisi pasar timah global sepanjang Semester I 2026 tetap menunjukkan fundamental yang solid dengan harga rata-rata LME Cash Settlement sebesar US$ 50.319,19 per metrik ton (naik 56,68% YoY). Tingginya permintaan industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pusat data, serta transisi energi global terus memperkuat posisi timah sebagai komoditas strategis.
Untuk menopang keberlanjutan bisnis, Perseroan terus memperkuat kegiatan eksplorasi darat dan laut. Hingga Semester I 2026, PT TIMAH (Persero) Tbk mencatat total sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan timah sebesar 312 ribu ton Sn, yang menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan usaha jangka panjang.
"Momentum kenaikan harga komoditas global saat ini juga menjadi stimulus kuat yang ikut mendorong pertumbuhan laba bersih secara signifikan. Pencapaian positif ini tidak lepas dari peran, sinergi dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder," tutupnya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]